Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gadis Belia Hilang Selama Satu Bulan Lebih, KPPAD Provinsi Dorong Aparat Kepolisan Agar Segera Telusuri Jejak Korban

I Wayan Ananda Mustika Putra • Jumat, 15 Desember 2023 | 02:42 WIB
Komisioner Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah Provinsi Bali bersama pihak terkait mengkonfirmasi hilangnya Putu di kediaman orangtua Putu di Banjar Medahan Sumampan, Desa Kemenuh.
Komisioner Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah Provinsi Bali bersama pihak terkait mengkonfirmasi hilangnya Putu di kediaman orangtua Putu di Banjar Medahan Sumampan, Desa Kemenuh.
 
 
GIANYAR, BALI EXPRESS  - Seorang gadis belia, Pande Putu Tarista Putri Laksmi, 14, dikabarkan minggat dari rumahnya di Banjar Medahan Sumampan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati sejak 3 November 2023.
 
Sebulan lebih lamanya, Putu yang turut membawa sepeda motor itu belum juga kembali ke rumah hingga Kamis. (14/4). Pihak keluarga telah melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil. Bahkan kabar hilangnya Putu disiarkan di media sosial yang mendapat banyak tanggapan. 
 
 
 
 
Minggatnya Putu turut mendapat atensi dari Komisioner Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah Provinsi Bali Ir I Made Ariasa. Komisioner asal Desa Mas, Kecamatan Ubud ini melakukan kunjungan ke rumah Putu bersama Perbekel Kemenuh Dewa Nyoman Neka, Ketua BPD Desa Kemenuh, Kepala Dusun Banjar Medahan, Babinkantibmas, Babinsa, Intel Polsek Sukawati dengan UPTD PPA dan LK3 Gianyar, Kamis (14/12).
 
 
 
"Pertemuan di kantor Desa Kemenuh untuk koordinasi awal kondisi real dari keluarga dan si Anak tersebut untuk menyamakan persepsi dan sikap serta langkah tindak lanjut atas kasus ini," jelas Ariasa saat dikonfirmasi usai kunjungan. 
 
 
 
 
Dari kunjungan tersebut terungkap, ternyata Putu memang cukup sering minggat dari rumahnya lebih dari sehari. Putu juga diketahui telah putus dari salah satu SMP di Ubud. Kepergian Putu kali ini diduga diajak oleh seorang temannya. Namun keluarga Putu tidak mengetahui secara pasti kemana tujuan mereka. Orangtua Putu dalam kondisi sakit, sehingga tak kuasa membuat laporan ke Polsek Sukawati. Kerabat Putu hanya berharap gadis belia ini ada yang menemukan dan menunjukkan jalan pulang atau dibawa ke kantor polisi terdekat.
 
 
"Ternyata dari berbagai informasi yang terangkum, Anak tersebut sudah pergi dan menghilang dari rumah dan keluarga sejak tanggal 3 November 2023," ujar Ariasa. 
 
 
Berbagai upaya koordinasi dan usaha juga sudah dilakukan oleh berbagai pihak terkait seperti kepala dusun bersama kepala desa untuk mencari tahu keberadaan Putu untuk menemukan dan mengembalikan ke rumahnya, namun masih nihil. "Sempat seminggu lalu diinfo sudah pulang tetapi ternyata dari awal sampai saat ini belum pernah kembali. Untuk hilang yang terakhir ini yang paling lama. Sebelumnya paling pergi dan hilang beberapa hari saja," bebernya. 
 
 
 
 
Saat kunjungan KPPAD, keluarga Putu seluruhnya hadir termasuk nenek yang ikut mengasuh selama ini. Dari berbagai penjelasan diskusi di keluarga disebutkan bahwa Putu mulai berubah sejak kelas 8 dan kenal dengan seorang anak perempuan. Sejak saat itu, Putu sering tidak masuk sekolah sampai mendapat peringatan. 
 
 
Selain bolos sekolah, Putu juga sering hilang dari rumah tapi kisaran beberapa hari saja. Bahwasanya, Orangtua sudah sering mengingatkan Putu, namun bukannya nurut anak ini justru memutuskan untuk berhenti sekolah. Untuk melanjutkan pendidikan, Putu ikut kejar paket B di sebuah PKBM di wilayah Gianyar. Tetapi ternyata tidak banyak merubah mental si Anak untuk belajar malah semakin lepas. "Sampai akhirnya sejak awal November sampai saat ini masih hilang dari rumahnya," jelas Ariyasa. 
 
 
Menyikapi hasil kunjungan dan diskusi dengan pejabat terkait di desa atas kondisi tersebut, KPPAD Provinsi Bali mendorong aparat kepolisian untuk segera menelusuri jejak si Anak hilang tersebut melalui nomor kontak yang sudah diberikan ditambah dengan informasi dari orangtua si Anak. Termasuk posisi teman dekat yang mengajak si Anak hilang berkegiatan di luar rumah selama ini yang infonya temen satu sekolah SMP. "Selain upaya menemukan si Anak hilang, KPPAD Bali juga mendorong upaya konseling psikologis si Anak dan  keluarga bersinergi dgn UPTD PPA dan LK3 Gianyar ke depan jika sudah ditemukan dan bisa diajak pulang kembali ke rumahnya agar tidak hilang lagi," terang Ariyasa. 
 
 
 
Selain konseling tentu diharapkan jg ada perhatian dr pihak Desa Kemenuh dan jajaran tokoh Desa yang secara ekonomi sudah lebih mapan untuk membantu pembinaan kesehatan mental dan kelanjutan pendidikan si Anak hilang melalui pola Anak dan Orang Tua Asuh.
 
 
"KPPAD Bali juga mengajak masyarakat untuk ikut lebih peduli dengan langkah dan solusi yan konkret, bukan hanya berkomentar di medsos dan memviralkan semata. Mari bersama gotong royong membantu pendidikan dan perlindungan Anak yang memiliki masalah keterbatasan seperti si Anak hilang ini agar tidak berpotensi berdampak lebih fatal," harapannya.(*) 
Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #kppad bali #minggat #PEDULI #anak hilang