DENPASAR, BALI EXPRESS- Polisi terus mendalami kasus penebasan terhadap Komang Maleno Bramasta, 23, di Jalan Gunung Andakasa, Denpasar, Bali, Kamis, 21 Desember 2023.
Pelaku penebasan ini adalah I Gusti Ngurah Yudha Andika Putra, 23. Ia memang sudah merencanakan tindak kekerasan tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi pada Jumat, 22 Desember 2023. Diterangkannya, Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat dan Satuan Reskrim Polresta Denpasar telah mengulik keterangan dari pelaku penebasan tersebut.
Dari hasil penyidikan sementara, diketahui bahwa Ngurah Yudha memiliki utang kepada korban mencapai Rp436 juta.
"Terkait apa, diberikan di mana atau kapan utang itu diberikan masih diselidiki lagi oleh penyidik," ucap Sukadi.
Pelaku kemudian merencanakan untuk menebas korban yang merupakan direktur utama (Dirut) sebuah media online tersebut. Ia memancing korban dan istrinya untuk datang ke kantor di Denpasar.
"Sesuai keterangan pelaku kepada polisi, dia sengaja men-share lokasi kepada korban agar datang ke TKP dengan alasan mau bayar utang, lalu dijamu dengan baik, disediakan makan dan minum, setelah itu ditebas," tandasnya.
Namun, Sukadi belum memastikan motif pasti pelaku menebas dirut media online itu.
Polisi masih menelusuri apakah motif pelaku melakukan penebasan memang hanya dikarenakan masalah utang piutang atau ada permasalahan lain.
Korban ditebas menggunakan senjata tajam jenis celurit. Kepada polisi, istri korban Ni Putu Vivi Ary Anggreni, 24 menuturkan, peristiwa berdarah ini bermula ketika suaminya dihubungi via WhatsApp oleh pelaku dan diminta ke Denpasar pada Rabu, 20 Desember 2023 pukul 14.00.
Kemudian pasangan suami istri itu berangkat menuju Denpasar, dari rumah mereka di Singaraja, Buleleng.
Mereka sempat mampir ke rumah mertua di Kreneng, Denpasar, sebelum akhirnya ke TKP sekitar pukul 19.00.
Sesampainya di TKP yang merupakan tempat kerja pelaku, antara pasutri ini dan pelaku sempat mengobrol.
Mereka mengisi waktu dengan makan, minum teh dan main game, sambil menunggu uang terkait utang yang akan dibayarkan oleh pelaku kepada korban.
Kemudian sekitar pukul 01.00, korban dan pelaku ngobrol di luar, sedangkan Vivi tidur di ruang kerja.
Tiba-tiba terdengar teriakan korban yang meminta tolong sambil merintih kesakitan.
Diduga saat itulah pelaku menebas korban. Namun kala Vivi keluar, dia hanya melihat suaminya dalam posisi jongkok sambil memegang kepala.
Pelaku juga tampak merangkul leher korban. Sehingga, Vivi yang melihat hal itu pun histeris dan hendak berlari keluar, tapi malah terjatuh saat akan membuka pagar.
Tak disangka, wanita itu juga dikejar oleh pelaku dan jaket yang dia gunakan dipegang.
Bahkan, mulut Vivi dibekap dan lehernya dicekek. Tapi wanita itu bisa memberontak dan berteriak minta tolong, sambil mendorong pintu pagar.
Hingga akhirnya dia bisa keluar dari TKP untuk meminta tolong kepada penghuni kos-kosan di sekitar. Warga pun langsung datang untuk mengecek apa yang terjadi.
Secara bersamaan suaminya juga keluar dari TKP yang diikuti oleh pelaku. Komang Maleno lantas meminta tolong kepada warga untuk mengambil sepeda motor, Hp, tas dan helmnya yang masih di dalam TKP.
Setelah motor diambilkan oleh warga, pasutri itu lalu pergi ke rumah mertua di Kreneng.
Dari rumah mertuanya itu, mereka memanggil ambulans dan membawa korban ke RSUD Wangaya agar mendapatkan perawatan intensif.
Sedangkan pelaku kembali masuk ke TKP. Selanjutnya, warga menyampaikan kejadian ini ke Polsek Denpasar Barat.
Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat pun langsung dikerahkan untuk mengamankan Ngurah Yudha di TKP sekitar pukul 08.00. (*)
Editor : I Made Mertawan