DENPASAR, BALI EXPRESS - Masyarakan Bali dihebohkan dengan asanya video vital sopir taksi mengancam bule dengan senjata tajam di Kuta.
Lantaran aksi sopir itu sangat meresahkan dan mencoreng pariwisata Pulau Dewata, Polda Bali pun memburunya.
Kabid Humas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku menggunakan taksi milik Ketut Tawer dari Koperasi Jasa Angkutan Ngurah Rai Bali. "Petugas telah melakukan penelusuran ke kantor taksi Ngurah Rai," ujarnya, Kamis (4/1).
Dari penelusuran aparat, dapat dihimpun informasi bahwa terduga pelaku tersebut adalah pemuda bernama Yunarius Toebake, 20. Ternyata, pemuda asal Kabupaten Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur itu sudah meninggalkan Bali pasca video pengancamannya viral.
Terakhir, pelaku terlacak berada di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. "Polda Bali akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku, karena perbuatannya sangat meresahkan dan merugikan, serta dapat mencoreng nama baik Bali sebagai pulau tujuan wisata," tegasnya.
Pihaknya pun meminta kedua WNA yang diduga sebagai korban, agar mau bekerjasama untuk membuat laporan secara resmi ke kantor polisi terdekat, karena sampai saat ini belum ada laporan yang dibuat. Laporan tersebut penting sebagai dasar bagi polisi melakukan proses hukum terhadap pelaku.
Selain itu, bagi masyarakat atau siapapun yang mengetahui keberadaan pelaku diharapkan segera melaporkan ke pihak Kepolisian terdekat. "Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah peduli dan menginformasikan peristiwa ini ke polosi sehingga bisa cepat dilakukan langkah-langkah hukum, dan mengimbau untuk mari bersama-sama menjaga Bali tetap ajeg serta memastikan peristiwa serupa tak terulang kembali," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, dua orang wanita bule diancam menggunakan senjata tajam (sajam) oleh oknum sopir saat naik taksi di Jalan Kayu Aya, depan Hotel The Legian Seminyak, Kuta, Badung. Kejadian itu mereka rekam dan menjadi viral. Kedua bule disinyalir asal Amerika Serikat itu diancam, diduga lantaran tak sepakat soal tarif dengan oknum sopir tersebut.
Terlihat dalam video berdurasi 3 menit 16 detik tersebut, dari awal bule tersebut sudah ingin keluar dari mobil taksi yang melaju dari selatan ke utara di sepanjang Jalan Kayu Aya, sambil mengatakan akan pergi ke kantor polisi. Mereka sedang tidak sepakat soal tarif dengan si sopir taksi yang wajahnya terpampang jelas dalam rekaman. Si bule ingin membayar sebesar Rp 50 ribu, sedangan si sopir menolak keras dan meminta bayaran 50 USD atau sekitar Rp 775 ribu.
Si sopir taksi terus tak membiarkan kedua turis wanita asal Negeri Paman SAM itu keluar, dan mencoba bernegosiasi. Kedua bule histeris berteriak minta tolong sambil menggedor-gedor pintu mobil yang terkunci rapat karena takut. Ironisnya hal itu justru membuat emosi sopir memuncak dan melayangkan pukulan ke arah bule tersebut.
Bahkan pelaku mengeluarkan senjata tajam dari dashboard mobil untuk mengancam kedua bule itu dengan gestur menggorok leher. Karena keadaan semakin mencekam, akhirnya kedua wanita ini mengatakan akan memberikan uang asalkan dibiarkan keluar oleh sopir.
Pada akhirnya sopir memberhentikan taksi di depan The Legian Seminyak dan membiarkan mereka keluar. Kedua bule ini pun bergegas keluar sambil berteriak minta tolong sekencang-kencangnya. Mereka sempat merekam plat nomor kendaraan taksi itu yakni DK 1841 AAX. Setelah itu sopir bergegas kabur, sedangkan korban menyampaikan peristiwa mengerikan yang baru saja mereka alami kepada sekuriti hotel. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana