Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sopir Taksi Pengancam Turis Asing di Bali Dibekuk di Bandara Juanda, Hendak Terbang ke NTT

I Gede Paramasutha • Jumat, 5 Januari 2024 | 22:21 WIB
TEREKAM: Tampang sopir taksi yang mengancam dan memeras dua bula wanita di Kuta.
TEREKAM: Tampang sopir taksi yang mengancam dan memeras dua bula wanita di Kuta.

DENPASAR, BALI EXPRESS- Berakhir sudah pelarian sopir taksi Yanuarius Toebkae, 20, yang melakukan pengancaman terhadap turis asing menggunakan senjata tajam di Jalan Kayu Aya, Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Sopir taksi itu dibekuk di Bandara Juanda, Jawa Timur (Jatim) pada Kamis 4 Januari 2024 sore.

Sopir taksi asal Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini diduga berusaha kabur karena sudah menyadari dirinya berbuat salah.

Kabidhumas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, pelaku kini sedang dibawa oleh polisi dalam perjalanan menuju Bali.

"Nantinya yang bersangkutan akan diserahkan ke Polresta Denpasar untuk menangani proses hukumnya lebih lanjut," ujar Jansen, Jumat, 5 Januari 2024.

Adapun pengungkapan kasus ini dikatakannya bermula dari penyelidikan yang dilakukan Polres Badung, setelah video pengancaman oleh oknum sopir taksi itu viral.

Setelah diketahui tempat kejadian perkaranya ada di Kuta, maka Polres Badung berkoordinasi dengan Polresta Denpasar yang mempunyai wilayah hukum tersebut.

Aparat pun memeriksa keterangan saksi sekuriti Made Sumardika yang kebetulan berada di TKP saat penumpang diturunkan dan sempat memfoto taksi yang diduga terlibat masalah itu.

"Dari keterangan saksi, petugas dapat mengetahui ciri-ciri taksi yang berwarna biru dan penumpangnya memang warga negara asing (WNA)," tambah mantan Kapolresta Denpasar itu.

Kemudian, aparat mengecek kantor yang menaungi taksi tersebut ternyata adalah Koperasi Jasa Angkutan Ngurah Rai Bali.

Sehingga polisi melakukan pendalaman di kantor taksi tersebut dan dapat mengantongi identitas pelaku.

Berikutnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali turut bergerak setelah kepolisian memperoleh informasi keberadaan Yanuarius di Jawa Timur.

Mereka pun berkoordinasi dengan Polda Jatim untuk memburu pelaku.

"Dicek posisinya ada di Sidoarjo, lalu dicek lebih dalam lagi ternyata keberadaan tepatnya di Bandara Juanda," ucapnya.

Selanjutnya, Polda Bali dan Polda Jatim bekerja sama dengan Aviation Security (Avsec) Bandara Juanda untuk mencegah keberangkatan sopir taksi tersebut.

Avsec langsung mengamankan Yanuarius saat hendak menaiki pesawat yang menuju ke NTT.

Pelaku lantas diserahkan kepada Polda Jatim dan sedang dalam perjalanan dibawa menuju ke Bali.

Sementara ini, dugaan motif kejadian yang bisa diketahui berdasar pantauan rekaman video bahwa pengancaman terjadi karena tidak ada kesepakatan harga antara korban dengan pelaku.

Tapi untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Untuk alasan pelaku kabur diduga karena sudah merasa berbuat salah, kalau berbuat salah pasti dia ada rasa takut, jadi dia keluar dari Bali naik kendaraan umum," tandasnya.

Pihaknya juga akan menggali lagi keterangan dari kantor taksi yang menaungi mengenai seluk beluk dan tingkah laku pelaku selama ini.

Seperti diketahui, video pengancaman yang dilakukan sopir taksi terhadap dua dua orang wanita itu viral.

Pelaku bahkan mengancam korban dengan senjata tajam diduga karena tak sepakat soal tarif.

Terlihat dalam video berdurasi 3 menit 16 detik, dua bule wanita ingin keluar dari mobil taksi yang melaju dari selatan ke utara di sepanjang Jalan Kayu Aya, sambil mengatakan akan pergi ke kantor polisi.

Mereka berdebat dengan sopir, karena turis ini ingin membayar Rp50 ribu, sedangan si sopir menolak keras dan meminta bayaran USD50 atau sekitar Rp775 ribu.

Sopir taksi terus tak membiarkan kedua turis wanita asal Amerika Serikat itu keluar sampai korban histeris berteriak minta tolong sambil menggedor-gedor pintu mobil yang terkunci rapat karena takut.

Lalu pelaku emosi melayangkan pukulan ke arah bule tersebut. Bahkan pelaku mengeluarkan senjata tajam dari dashboard mobil untuk mengancam kedua wanita itu.

Sehingga, kedua wanita yang takut ini mengatakan akan memberikan uang asalkan dibiarkan keluar oleh sopir.

Pada akhirnya sopir memberhentikan taksi di depan Hotel The Legian Seminyak dan membiarkan mereka keluar.

Kedua bule ini pun bergegas keluar sambil berteriak minta tolong sekencang-kencangnya. Setelah itu sopir bergegas kabur. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #sopir taksi #bandara juanda #kuta