BANGLI, BALI EXPRESS- Viral unggahan seorang wisatawan mengaku dimintai uang saat hendak foto-foto di jalan raya jalur menuju Air Terjun Tibumana, wilayah Banjar Bangun Lemah Kawan, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli.
Wisatawan domestik tersebut mengaku dimintai uang Rp200 ribu.
Dalam video yang dibagikan melalui akun Instagram @missrtii, terlihat seorang laki-laki memberhentikan seorang wisatawan perempuan untuk dimintai uang.
Perempuan itu merasa dipalak, karena ada wisatawan asing yang juga foto-foto di sana tapi tidak dimintai uang. Padahal terlihat lebih profesional.
Akhirnya, perempuan itu pun batal mengabadikan momen di sana. “Bukan masalah nominal, tapi di depan sebelum memasuki tempat ini gak ada palang atau loket gitu yang menginfokan kalau fotoan di sini tuh bayar Rp200 ribu,” ujar perempuan dalam video tersebut.
Terkait dengan video itu, pihak pengelola Air Terjun Tibumana angkat bicara. Ketua Loket I Nyoman Sunarta menegaskan bahwa video viral itu berada di kawasan pengelolaan Air Terjun Tibumana.
Kawasan Air Terjun Tibumana sendiri mencakup spot foto yang disebut Adila Spot dan titik air terjun.
Tempat kejadian yang viral itu berada di kawasan Adila Spot. Wisatawan yang mengambil foto di sana memang bayar.
Uangnya masuk ke pengelola Air Terjun Tibumana. Besarannya berbeda-beda. Jika sekadar foto shoot bayar Rp200 ribu.
“Foto wedding, shooting film, lebih besar lagi,” kata Sunarta kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa, 9 Januari 2024.
Biasanya, lanjut Sunarta, wisatawan yang mengambil foto di sana akan didatangi oleh petugas tiket Air Terjun Tibumana yang lokasinya sekitar 300 meter ke arah selatan.
Petugas yang datang lengkap membawa tiket. Jadi wisatawan tinggal bayar di tempat, tidak perlu ke loket tiket.
Terkait persoalan yang terjadi Senin, 8 Januari 2024 pagi itu, Sunarta mengakui memang terjadi miskomunikasi.
Ia mengakui, laki-laki menghampiri wisatawan dan minta uang Rp 200 ribu itu petugas di Air Terjun Tibumana. Laki-laki itu minta uang tiket.
Hanya saja, laki-laki tersebut sebenarnya bukan petugas loket Air Terjun Tibumana, melainkan petugas keamanan di kolam air terjun. Jadi bukan tugasnya memungut tiket.
Namun dia dengan inisiatif sendiri menghampiri wisatawan dengan membawa kwitansi resmi Air Terjun Tibumana. Itu dilakukan bisa saja karena melihat wisatawan foto-foto di sana.
Hanya saja, komunikasinya dengan wisatawan diduga kurang pas, sehingga menimbulkan kecurigaan.
Selain itu, Sunarta mengakui bahwa tidak ada plang harga tiket atau informasi lain bahwa berfoto di Adila Spot harus bayar. Biasanya wisatawan tahu harus bayar setelah didatangi oleh petugas tiket.
Ke depan, lanjut Sunarta, hal ini menjadi evaluasi pihak pengelola Air Terjun Tibumana. Misalnya memasang papan harga tiket yang sesuai dengan aktivitasnya di Adila Spot. “Pasang plang harga tiket untuk pertegas,” katanya.
Sunarta juga memastikan, persoalan wisatawan dengan laki-laki itu sudah clear. Mereka sudah bertemu dengan difasilitasi oleh pihak kepolisian, desa adat dan desa dinas yang mewilayahi Air Terjun Tibumana. “Sekarang sudah damai,” jelasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan