Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wisatawan Merasa Dipalak saat Foto di Jalur Menuju Air Terjun Tibumana, Polres Bangli Turun Tangan, Akhirnya…

I Made Mertawan • Rabu, 10 Januari 2024 | 15:32 WIB
Polisi mempertemukan kedua belah pihak terkait video viral di jalur menuju Air Terjun Tibumana, Bangli, Bali.
Polisi mempertemukan kedua belah pihak terkait video viral di jalur menuju Air Terjun Tibumana, Bangli, Bali.

BANGLI, BALI EXPRESS- Unit 1 Satreskrim Polres Bangli turun tangan menindaklanjuti video viral seorang wisatawan merasa dipalak saat foto di jalan menuju Air Terjun Tibumana, wilayah Banjar Bangun Lemah, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli, Bali.

Dalam video yang dibagikan melalui akun Instagram @missrtii, terlihat seorang laki-laki memberhentikan seorang wisatawan perempuan untuk dimintai uang Rp200 ribu.

Wisatawan itu pun kaget karena di jalur tersebut tidak terdapat loket atau plang yang menyinggung soal berfoto di tempat tersebut harus bayar.

Menyikapi hal itu, pihak kepolisian pun turun tangan, Selasa, 9 Januari 2024.

"Setelah ditelusuri, pria yang viral di video itu diketahui bernama I Made Sudarma,” kata Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Ngakan Eka Yuana.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga telah memanggil  pihak pengelola Air Terjun Tibumana, pihak desa adat dan desa dinas yang mewilayahi Air Terjun Tibumana.

"Dari hasil pemeriksaan terhadap pria tersebut, pihak pengelola objek wisata, bendesa adat dan perbekel Desa Apuan memang membenarkan adanya ketentuan retribusi tersebut dan bukan merupakan pemerasan dan dapat disimpulkan bahwa masalah tersebut terjadi karena adanya miskomunikasi," ujar Eka Yuana.

Tak hanya menelusuri soal retribusi di Air Terjun Tibumana, polisi juga mempertemukan kedua belah pihak untuk melakukan mediasi dan klarifikasi.

Hasil mediasi, wisatawan Miya Sriwinarti dan Sudarma sepakat untuk berdamai dan mengklarifikasi terkait kesalahpahaman tersebut.

Setelah terjadi persolan itu, pihak pengelola Air Terjun Tibumana juga akan melakukan pembenahan.

Ketua Loket Air Terjun Tibumana I Nyoman Sunarta menegaskan bahwa video viral itu berada di kawasan pengelolaan Air Terjun Tibumana.

Kawasan Air Terjun Tibumana sendiri mencakup spot foto yang disebut Adila Spot dan titik air terjun.

Tempat kejadian yang viral itu berada di kawasan Adila Spot. Wisatawan yang mengambil foto di sana memang bayar.

Uangnya masuk ke pengelola Air Terjun Tibumana. Besarannya berbeda-beda. Jika sekadar foto shoot bayar Rp200 ribu. 

“Foto wedding, shooting film, lebih besar lagi,” kata Sunarta kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Biasanya, lanjut Sunarta, wisatawan yang mengambil foto di sana akan didatangi oleh petugas tiket Air Terjun Tibumana yang lokasinya sekitar 300 meter ke arah selatan.

Petugas yang datang lengkap membawa tiket. Jadi wisatawan tinggal bayar di tempat, tidak perlu ke loket tiket.

Terkait persoalan yang terjadi Senin, 8 Januari 2024 pagi itu, Sunarta mengakui memang terjadi miskomunikasi.

Ia mengakui, laki-laki yang menghampiri wisatawan dan minta uang Rp200 ribu itu memang petugas di Air Terjun Tibumana. Laki-laki itu minta uang tiket.

Hanya saja, dia sebenarnya bukan petugas loket Air Terjun Tibumana, melainkan petugas keamanan di kolam air terjun. Jadi bukan tugasnya memungut tiket.

Namun dia dengan inisiatif sendiri menghampiri wisatawan dengan membawa kwitansi resmi Air Terjun Tibumana. Itu dilakukan bisa saja karena melihat wisatawan foto-foto di sana.

Hanya saja, komunikasinya dengan wisatawan diduga kurang pas, sehingga menimbulkan kecurigaan.

Ke depan, lanjut Sunarta, hal ini menjadi evaluasi pihak pengelola Air Terjun Tibumana. Misalnya memasang papan harga tiket yang sesuai dengan aktivitasnya di Adila Spot. “Pasang plang harga tiket untuk pertegas,” katanya. (*)

Editor : I Made Mertawan
#bali #wisatawan #bangli #air terjun tibumana