SINGARAJA, BALI EXPRESS- Jenazah Adhi Putra Krismawan, korban pengeroyokan di Jalan Sempidi-Dalung, Kelurahan Sempidi, Mengwi, Badung, Bali dimakamkan Sabtu, 20 Januari 2024.
Keluarga Adhi Putra sejak pukul 12.30 Wita sudah mulai berdatangan di Taman Makam Umat Kristiani, Jalan Gunung Batukaru, Kelurahan Liligundi, Buleleng.
Pada pukul 13.15 Wita, sirine ambulans PMI Buleleng terdengar mendekat.
Tak lama jenazah Adhi diturunkan dan dibawa menuju liang lahat. Keluarga dan kerabat pun terlihat beberapa kali menahan kesedihan.
Ada pula yang duduk menjauh lantaran tak kuasa menyaksikan prosesi pemakaman.
Sebelum jenazah diturunkan ke liang lahat, Bapa Pendeta menuntun keluarga untuk berdoa.
Adhi dimakamkan dalam satu liang lahat dengan adiknya yang terlebih dahulu meninggal.
Sang Ibu, Putu Suartini yang hadir saat itu terlihat lemas. Ia terduduk di samping liang lahat sembari terus meneteskan air mata.
“Adhi, kenapa tinggalin mama,” terdengar suaranya parau.
Suartini juga tampak dikuatkan oleh beberapa anggota keluarganya. Tangisnya tidak terbendung hingga ia sempat pingsan dua kali di sebelah peti jenazah Adhi.
Sementara itu ayah Adhi, Made Suki Arsana hanya terdiam. Ia berdiri tepat di samping peti jenazah Adhi.
Tambang biru yang digunakan untuk menurunkan peti jenazah dipegangnya erat-erat.
Tangis kakak perempuannya juga tak surut. Sambil memeluk foto Adhi, ia tertunduk.
Pandangan tak pernah lepas dari peti jenazah yang terbaring di hadapannya itu.
Ketika doa dan lagu rohani usai dikumandangkan, peti jenazah Adhi diturunkan.
Anggota keluarga dan tuka gali kubur membantu mengubur liang lahat. Bunga pun ditaburkan.
Putranya yang baru berusia 3,5 tahun, terlihat mendekat. Sesekali ia menunjuk peti jenazah di hadapannya.
“Papa di situ ya? Dadah, Papa. Selamat tidur, Papa,” ujarnya dengan polos di pangkuan sang nenek.
Adhi Putra Krismawan merupakan korban pengeroyokan yang terjadi di Sempidi, Badung.
Ia meregang nyawa setelah dadanya mengalami luka tusuk hingga menembus jantung.
Jenazah Adhi saat itu ditemukan tergeletak di pinggir jalan dan ditinggalkan begitu saja oleh belasan orang yang mengeroyoknya.
Kasus ini pun tengah diselidiki pihak kepolisian. Hingga kini polisi belum mengendus keberadaan pelaku. (*)
Editor : I Made Mertawan