BALI EXPRESS- Permintaan maaf Komang HW, pria penghajar dua pemotor ugal-ugalan di traffic light Kerobokan, Bali menjadi perhatian warganet.
Salah satunya disoroti oleh Politisi perempuan Bali Niluh Djelantik.
Dalam unggahan di media sosial Instagramnya, Niluh Djelantik mengunggah video permintaan maaf Komang HW yang dilakukan dengan didampangi oleh sejumlah personel Polsek Kuta Utara.
Baca Juga: Pria Penghajar Dua Pemotor Ugal-ugalan di Traffic Light Kerobokan Bali Minta Maaf
Menurut perempuan akrab disapa Mbo Niluh itu, permintaan maaf yang dilakukan oleh Komang HW merupakan bentuk sikap ksatria.
Permintaan maaf itu dilakukan karena ada tanggung jawab yang jauh lebih besar untuk menjaga dan melindungi mereka yang termarjinalkan.
“Ksatria dari Sawan pembela perempuan Bersama penegak hukum. Adikku @thecrazydog_99, tegakkan kepalamu,” tulis Niluh Djelantik pada Minggu (21/01).
Lebih lanjut, Niluh Djelantik mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang telah memfasilitasi permintaan maaf Komang HW.
Akan tetapi pihaknya mendesak agar dua orang pemotor ugal-ugalan tersebut juga meminta maaf karena telah berkata kasar kepada seorang wanita Bali.
“Mbo Niluh meminta agar kedua orang yang mengatai perempuan kami dengan sebutan anj*ng harus meminta maaf, mereka harus paham di mana bumi dipijak di sana langit di junjung,” tulisnya.
Baca Juga: Batang Pisang: Rahasia Kesehatan dan Diet yang Tersembunyi
Pihaknya juga menyarankan agar dilakukan pendataan menyeluruh pada warga pendatang di mulai dari tingkat banjar untuk keamanan dan kenyamanan seluruh penduduk Bali.
Sebelumnya, Komang HW pria yang terlibat baku hantam di Traffic Light Kerobakan, Badung Bali akhirnya menyampaikan permohonan maaf.
Dalam video yang beredar, Komang HW menyadari tindakan menghajar dua pemotor ugal-ugalan di jalan raya itu adalah tindakan yang melawan hukum.
Meskipun maksud dan tujuaanya untuk membela pemotor lain yang diganggu oleh dua oknum pemotor ugal-ugalan tersebut.
“Dengan segala kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat serta kepolisian di daerah Kuta Utara,” jelasnya dikutip dalam video yang beredar.
Editor : Wiwin Meliana