Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Modus Ganjal ATM Merugikan Wanita di Sanur, Pencurian Rp 21 Juta Terungkap dari Rekaman CCTV

I Gede Paramasutha • Sabtu, 27 Januari 2024 | 02:54 WIB
TEREKAM : Tangkapan layar rekaman CCTV terduga pelaku modus ganjal ATM.
TEREKAM : Tangkapan layar rekaman CCTV terduga pelaku modus ganjal ATM.

 

DENPASAR, BALI EXPRESS - Nasib apes dialami seorang wanita berinisial NWKE, 50, saat hendak menarik uang menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), di sebuah minimarket, kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (25/1).

 

Dia menjadi korban pencurian modus ganjal ATM.

 

 

Aksi modus ganjal ATM tersebut terekam kamera CCTV minimarket. Diduga pelakunya berjumlah dua orang. Menurut penuturan NKWE kepada Bali Express Jawa Pos Grup, peristiwa ini bermula ketika dirinya membeli furniture. Sehingga memerlukan uang cash untuk memberi ongkos pengiriman ke rumahnya.

 

Maka, wanita ini bergegas menarik uang di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 15.57 WITA. "Waktu itu saya dalam keadaan tergesa-gesa, karena sopir yang membawakan furniture saya ke rumah sudah menunggu," ujarnya, dikonfirmasi Jumat (26/1).

 

 

Terlihat dari rekaman CCTV, ada seorang laki-laki berbaju merah yang berdiri di mesin ATM sebelum korban datang. Pria ini yang diduga mengganjal ATM tersebut. Kemudian pria itu minggir dan datanglah NWKE mencoba memasukan kartunya sendiri. Tapi, kartu miliknya tidak bisa masuk ke mesin.

 

Hal itu terjadi berulang kali. Lalu, tampaklah terduga pelaku lainnya yakni seorang lelaki berbaju kaos putih yang seolah-olah mengantre di belakang korban.

 

Pria tak dikenal ini lantas berlagak memberi contoh memasukan kartunya. Anehnya pria itu berhasil dan langsung memencet tombol cancel, tidak melakukan transaksi apa apa.

 

 

Berikutnya, pria berbaju putih tersebut tiba-tiba mengambil kartu milik NWKE tanpa seizinnya dan berhasil memasukannya ke mesin. Waktu itu wanita paro baya ini masih berfikir positif dan belum menaruh curiga. "Saya kira saya yang grasak-grusuk, saat itu saya anggap itu lucu, kok bisa," ucapnya.

 

Padahal tanpa disadarinya, kartu ATM korban disinyalir sudah ditukar oleh terduga pelaku baju putih yang langsung meninggalkan TKP.

 

Wanita asal Sanur ini melanjutkan proses transaksi dengan memencet PIN dan nominal penarikan. Hanya saja transaksi itu tak berhasil karena muncul tulisan "Maaf kartu ini tidak bisa digunakan".

 

 

Giliran terduga pelaku berbaju merah yang mendekat dan memencet sebuah tombol. Dia mengarahkan korban untuk memasukan Nomor HP, serta Nomor rekening. "Kala saya sibuk memasukan data-data tersebut, terduga pelaku yang baju merah sudah menghilang," tambahnya.

 

Setelah itu, korban melanjutkan penarikan dan tetap saja tidak berhasil. Maka dia pindah ke ATM yang ada di kantor cabang bank, Jalan Bypass Ngurah Rai, tapi hasilnya sama saja. NWKE kemudian menanyakan kepada satpam bank dan diberitahu bahwa chip pada kartu korban telah rusak.

 

Wanita itu disarankan untuk membuat kartu yanh baru. Setelah membuat kartu baru, korban lanjut melakukan penarikan. Akan tetapi ternyata saldonya tidak cukup. Ketika dicek di mobile banking , ternyata saldonya sudah berkurang.

 

 

"Saya tentu saja kaget, kok bisa habis padahal saya tidak ada melakukan transaksi apa-apa. Jadinya saya langsung kepikiran sama dua orang sebelumnya di minimarket," tuturnya.

 

Ada tiga kali transaksi yang tidak dilakukan korban. Dana dipindahkan oleh pelakunya ke rekening bank berbeda. NWKE lantas memblokir rekening miliknya. Keterkejutannya memuncak setelah kartu dengan chip rusak yang dia bawa dicek keasliannya, ternyata itu sudah kartu yang berbeda. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian Rp 21,6 juta.

 

Wanita itu lantas melapor ke Polsek Denpasar Selatan. Polisi memberitahunya bahwa dia diduga menjadi korban modus ganjal ATM. Aparat pun sudah mengambil rekaman CCTV di minimarket dan CCTV tempat pelaku bertransaksi menggunakan kartu korban. Pasca kejadian ini, korban syok sampai sakit.

 

Dia kepikiran karena uang yang hilang bukan keseluruhan miliknya. Ada uang milik guest house tempat kerjanya juga. Jadi, selain uang pribadinya habis terkuras, tapi juga harus mengganti uang tempat kerja. Sampai-sampai NWKE tidak bisa membeli makan sekarang.

 

"Saya syok atas kejadian ini, hal itu menjadi hadiah sambutan yang pahit sehari sebelum ulang tahun saya, saya ceroboh, semoga musibah ini bisa mengingatkan dan tidak menimpa orang lain," pungkasnya. Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi yang dikonfirmasi perihal kasus ini belum bisa memberikan keterangan resmi. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#uang #bali #cctv #atm #sanur #ganjal #kuras atm