KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Kabupaten Klungkung, meskipun menghadapi kenaikan harga beras belakangan ini, tetap menunjukkan ketangguhan dan keberdayaannya dalam mengelola stok pangan. Para pedagang dan pembeli di Pasar Galiran Klungkung pada Selasa (31/1) menyatakan kebingungan terkait kenaikan harga tersebut, terutama karena daerah ini sebenarnya sedang mengalami surplus beras.
Di tengah keluhan dari para pedagang dan pembeli terkait peningkatan harga beras, Klungkung berhasil mempertahankan ketersediaan stok beras yang melimpah. Menurut data dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Kabupaten Klungkung, stok beras di Klungkung per Selasa (30/1) mencapai 550,92 ton, sementara kebutuhan hanya mencapai 431,21 ton. Artinya, terdapat surplus sebesar 119,71 ton.
"Angka stok tersebut dihimpun dari semua agen beras di Klungkung, baik daratan maupun kepulauan dengan masing-masing agen rata-rata memiliki stok 1 - 2 ton per hari," ungkap Kabid Keamanan Pangan, Luh Ketut Eka Susanti, Selasa (31/1).
Meskipun harga beras premium mengalami kenaikan dari Rp14 ribu per kilogram menjadi Rp16 ribu per kilogram, Klungkung tetap menunjukkan ketahanan pangan yang baik dengan surplus beras yang mencukupi. Pedagang, seperti I Nyoman Mudra, menyebutkan bahwa meskipun harga naik, stok yang mencukupi dapat memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.
"Harga beras premium eceran saya jual Rp16 ribu, yang polos atau medium Rp15 ribu, biasanya yang premium paling mahal Rp14 ribu, jadinya naik 2 ribu per kg," ujarnya.
Baca Juga: Viral Simpatisan Ganjar-Mahfud di Makassar Protes Dapat Uang Transport Rp 10 Ribu
Meski demikian, pemerintah setempat perlu tetap memantau perkembangan harga kebutuhan pokok lainnya yang juga mengalami kenaikan, seperti ketan, gula pasir, dan minyak goreng. Walaupun saat ini Klungkung berada dalam keadaan surplus beras, kebijakan yang tepat diperlukan agar masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana