Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dinas PUPR Badung Bakal Tata Ulang Pedagang Gunakan Gerobak di Pantai Kuta

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 31 Januari 2024 | 23:35 WIB
Kabid SDA Dinas PUPR Badung Anak Agung Rama Putra bicara soal penataan pedagang gunakan gerobak di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Kabid SDA Dinas PUPR Badung Anak Agung Rama Putra bicara soal penataan pedagang gunakan gerobak di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

BADUNG, BALI EXPRESS – Setelah mendapatkan penilaian kumuh, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung bakal merancang ulang penempatan gerobak kreatif di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Gerobak berbahan kayu ulin ini pun bakal ditempatkan di 13 spot kuliner yang berada di Pantai Kuta.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung Anak Agung Rama Putra mengatakan akan merelokasi pedagang dengan gerobak di Pantai Kuta ke spot kuliner yang telah disediakan.

Sebab di sepanjang Pantai Kuta telah ada 13 spot kuliner. “Mungkin nanti ada penambahan emper-emper yang secara teknisnya tidak mengurangi estetika alam. Jarak antar spot kuliner sekitar 50 meter,” ujar Agung Rama, Rabu, 31 Januari 2024.

Menurutnya, relokasi pedagang ke spot kuliner ini masih menunggu desain tambahan.

Setelah itu akan diajukan kembali kepada pimpinan. “Sekiranya desai diterima, kami akan gabungkan,” ungkapnya.

Sambil menunggu hal tersebut, Agung Rama menerangkan gerobak kreatif yang tidak terpakai akan dipindahkan.

Sementara yang sudah terpakai namun jika penempatannya salah akan direlokasi.

Hanya saja ia tidak menyebutkan berapa jumlah pasti gerobak yang telah direlokasi.

“Sementara kami pararel, setelah ada instruksi Pj Gunernur Bali dan pemantauan, yang tidak difungsikan kami angkut kembali” terangnya. 

Pihaknya pun menyatakan, sejatinya seluruh gerobak harus digunakan oleh pedagang.

Namun di lapangan ia memperkirakan hanya 20 persen pedagang yang menggunakannya.

Sisanya memilih menyiapkan tempat berjualan sendiri ditambah dengan penambahan pedagang lain.

“Dari perhitungan ulang pedagang ada sekitar 900 orang,” tegasnya, seraya menerangkan gerobak yang disiapkan sekitar 600 gerobak di sepanjang Pantai Kuta hingga Sekeh. 

Dalam prosposal penataan, jarak antara gerobak idealnya 3-5 meter. Pihaknya pun menegaskan hal tersebut sudah ideal, namun adanya penambahan pedagang yang menjadi kendala.

Kendala itu seperti adanya pedagang yang dulunya berjualan di bekas taman telajakan.

“Sebenarnya rapi, cuma kebetulan ada beberapa karena situasi pandemi, pedagang yang tidak mendapatkan tiket mereka ikut masuk, malah overload,” jelasnya. 

Lebih lanjut Agung Rama menambahkan, akan melibatkan Desa Adat Kuta untuk relokasi program pemerintah.

Dalam hal ini menentukan pedagang dan jenis dagangannya. “Kami akan bersurat kepada desa adat setempat,” ucapnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #pantai kuta #badung #kumuh