Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ragukan Keseriusan Pemkab Klungkung, Warga Curigai Hal Ini dalam Kebakaran TPA Sente

I Dewa Gede Rastana • Sabtu, 3 Februari 2024 | 17:40 WIB
Paruman warga sekaligus menyampaikan aspirasi terkait TPA Sente kepada anggota DPRD Klungkung Jumat (2/2).
Paruman warga sekaligus menyampaikan aspirasi terkait TPA Sente kepada anggota DPRD Klungkung Jumat (2/2).

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Warga Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap komitmen Pemkab Klungkung terkait penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sente pasca kebakaran pada 23 Januari 2024.

 

Dalam paruman di Bale Banjar Sente, Jumat malam (2/2/), DPRD Klungkung mendengarkan aspirasi warga yang meragukan keseriusan pemkab menangani masalah ini.

 

 

Salah satu warga, Wayan Susila Asmara, menyampaikan kekhawatiran atas pembuangan sampah yang tidak sesuai dengan kesepakatan tahun 2017 untuk menutup TPA, kecuali untuk sampah residu yang hanya diizinkan pada Rabu dan Sabtu.

 


"Waktu pertemuan dengan Plt Bupati (Made Kasta), sudah disepakati TPA ditutup kecuali residu itupun sesuai jadwal Rabu dan Sabtu. Tapi prakteknya tidak seperti itu, " sebutnya.

 

 

Hal itu pun memunculkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah sehingga pihajnya berharap agar dewan mengawal isu ini hingga paling lama tahun 2026.

 

Selain itu, ia menduga kebakaran TPA Sente disengaja untuk memudahkan pembuangan sampah.

 

"Kalau sudah terbakar, sampah jadi abu dan rata dengan tanah. Lalu lagi bisa dibuang sampah. Ada kecurigaan seperti itu,” ungkapnya.

 

Pihaknya pun mengusulkan agar TPA Sente dipasangi pintu gerbang sehingga bisa ditutup diluar jadwal pembuangan sampah residu. Serta minta petugas jaga di TPA Sente diganti.

 

 

Kemudian, Kelian Banjar Cempaka, Wayan Sudiasa, menyarankan koordinasi dengan pengelola TPA Kelating Tabanan dan menunggu pembangunan TPA di Desa Timuhun.

 

Sementara, Bendesa Pangi menuding Pemkab ingkar janji terkait penutupan TPA. Sedangkan Bendesa Adat Pikat Komang Puja Sudarsana mengingatkan bahwa TPA Sente hanya untuk sampah residu sementara.

 

"Krama kami meminta agar TPA ditutup, karena sudah overload apalagi sekarang kebakaran kita tidak bisa bernafas lega, " ujar Sudarsana.

 

Baca Juga: AWK Ungkap Alasan Dirinya Tidak Malu Diberhentikan sebagai Anggota DPD RI

Setelah mendengar aspirasi tersebut, Ketua Komisi II, I Nengah Ariyanta, mengatakan jika dirinya akan segera membahas dalam rapat koordinasi pada bulan Maret.

 

"Kita akan perjuangkan dengan merapatkan Dinas terkait seperti DLHK, PUPR dan Satpol PP Berapa butuh anggarannya nanti kita dorong pembahasan dianggaran induk 2025," tegasnya.

 

Pihaknya pun menyayangkan polemik TPA Sente, yang seharusnya ditutup sejak tahun 2017, namun tetap berlanjut.

 

Namun dalam prakteknya sampah baik sampah perkotaan maupun sampah dari desa-desa lain masih dibuang ke TPA Sente.

Meski saat ini Pemkab Klungkung telah menetapkan status siaga darurat setelah kebakaran. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#Aspirasi #DPRD #ditutup #dewan #TPA Sente #klungkung #sampah