Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sambut Imlek, Ratusan Orang Bersihkan Arca di Vihara Dharmayana Kuta

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 5 Februari 2024 | 01:36 WIB
DIBERSIHKAN: Pembersihan arca di Vihara Dharmayana Kuta, Sabtu (3/2).
DIBERSIHKAN: Pembersihan arca di Vihara Dharmayana Kuta, Sabtu (3/2).

BADUNG, BALI EXPRESS - Menyambut Hari Raya Imlek 2575, sebanyak 200 warga keturunan Tionghoa, krama Banjar Dharma Semadi, Kuta melakukan pembersihan dan pemasangan pernak-pernik di Vihara Dharmayana Kuta. Pembersihan pada Sabtu (3/2), ini dilakukan pada rupang atau arca dan seluruh area Vihara.

 

Penanggung Jawab Vihara Dharmayana Kuta, Adi Dharmaja Kusuma mengatakan, kegiatan bersih-bersih ini, rutin dilakukan setiap satu minggu sebelum Imlek dan hanya dilakukan selama satu hari. Tradisi pembersihan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Tahun Baru Imlek.

 

 

“Secara tradisi Tionghoa, pembersihan ini untuk mensucikan rupang atau arca dan boleh membersihkan area Vihara yang pada saat ini diyakini para Shing Bing dewa-dewi yang kita stanakan, beliau menuju ke langit untuk menyampaikan apa yang terjadi di Tahun Imlek 2575 ini,” ujar Adi.

 

Menurutnya, dalam pembersihan ini sebanyak 200 krama terlibat, yang termasuk di dalamnya yakni krama banjar, ibu PKK, dan para pemuda-pemudi. Pembersihan ini dilakukan lampion, lilin, pembersihan rupang atau arca dan membersihkan lingkungan di Vihara Dharmayana Kuta.

 

 

“Pembersihkan dengan air sumur di sini, kami sucikan dengan air kembang. Itu mencirikan bahwa kami sangat memuliakan Beliau sebagai dewa dewi," ungkapnya.

 

Selain pembersihan, Adi menerangkan, juga dilakukan pemasangan 300 lampion. Ratusan lampion ini akan meramaikan keberadaan Vihara Dharmayana dalam menyambut Imlek 2575. Kemudian sejumlah lilin besar khas Tionghoa, yang akan dinyalakan pada 11 Februari 2024 pukul 00.00 Wita.

 

 

Dalam perayaan Imlek tahun knk pada 9 Februari 2024 akan dilaksanakan tradisi Kirab. Tradisi ini akan dilakjkan persembahyangan ritual tradisi Tionghoa di masing-masing persimpangan sekitar Vihara, diiringi dengan Liong dan Barongsai. "Ini bermakna menetralisir hal-hal negatif, sehingga kita dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2575 kita lalui dengan penuh sukacita," jelasnya.

 

Lebih lanjut Adi menambahkan, Imlek 2575 merupkan shio Naga Kayu tahun. Tahun ini dimaknai sebagai kewibawaan, kekuasaan, pengayoman, yang diharapkan memberikan berkat berupa kemakmuran, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat. Apalagi tahun ini Indonesia menyelenggarakan pesta rakyat, sehingga diharapkan dapat berlangsung dengan lancar dan penuh sukacita.

 

“Tahun ini adalah shio Naga yang merupakan penguasa yang kita tunggu-tunggu, dia berwibawa, berkuasa, akan mengayomi kita semua. Semoga berkatnya kita mendapatkan kesehatan, murah rezeki, keamanan, dan kenyamanan sebagai Masyarakat,” paparnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #tionghoa #imlek #badung #kuta #pembersihan