DENPASAR, BALI EXPRESS - Polda Bali buka suara terkait hebohnya keributan antara warga di Jalan Pantai Balangan, Lingkungan Cengiling, Kuta Selatan, Badung dengan pekerja proyek pada Minggu (18/2).
Kedua belah pihak yang bertikai disebut akhirnya sepakat damai.
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan. Diterangkan olehnya, keributan ini terjadi murni karena kesalahpahaman kedua belah pihak. Peristiwa itu bermula ketika ada seseorang tak dikenal yang melempar batu ke arah bedeng pekerja proyek pada Rabu (14/2) pukul 20.00.
"Pada kejadian pertama, para pekerja tak melihat siapa pelaku pelemparan tersebut," ujarnya, Senin (19/2). Berselang tiga hari kemudian, kembali terjadi pelemparan ke bedeng sampai dua kali yang mengakibatkan lubang pada triplek bedeng. Sehingga para pekerja asal Sumba, NTT itu keluar untuk mengeceknya.
Saat itu mereka melihat dua sepeda motor Honda Beat dan Vario, tetapi lagi-lagi tidak melihat orangnya. Keesokan sekitar pukul 07.00 WITA, pekerja proyek melihat pengendara dua sepeda motor jenis sama dengan yang sebelumnya dilihat. Maka pekerja itu pun memberhentikan pengendaranya.
Mereka bertanya apakah kedua pengendara ini yang melempar bedeng malam sebelumnya. Kemudian kedua orang itu menjawab "bukan saya Om”. Lalu pekerja mengatakan "kalau bukan kamu silahkan lanjut, tetapi kalau kamu yang melakukan apa alasanmu?"
Kedua pengendara ini lantas merespon dengan berujar bahwa akan menelepon teman-temannya, lalu pergi. Tak berselang lama, kedua pengendara itu datang beramai-ramai bersama temannya. Para pekerja juga memanggil teman-temannya, hingga terjadi keributan. "Kedua pihak saling adu mulut dan melempar batu," tambahnya.
Akibatnya, dua orang warga berinisial KY mengalami luka lebam pada pelipis samping mata kanan dan IKS luka robek kepala bagian belakang, akibat dari lemparan batu. Menindaklanjuti kejadian itu, Unit Patroli dan Unit Opsnal Reskrim Polresta Denpasar langsung mendatangi TKP, memeriksa korban dan para saksi.
Menurut keterangan KY, dia tidak tahu permasalahan sama sekali. Dirinya datang ke TKP karena lewat setelah mencari burung. Sedangkan IKS memang datang bersama warga karena melihat ada keributan di lokasi. Setelah polisi mendalami keterangan mereka, kedua belah pihak saling meminta maaf atas kesalahpahaman.
"Permasalahan diselesaikan dengan menandatangani surat perjanjian perdamaian antara kedua pihak," tandasnya. Kombes Jansen pun mengimbau kepada masyarakat, serta teman-teman dari kedua belah pihak agar tenang dan tidak terprovokasi. Selain itu, pihaknya berterima kasih kepada tokoh-tokoh masyarakat khususnya kelurahan Jimbaran dan sekitarnya, karena membantu mengimbau masyarakatnya, sehingga permasalahan tersebut tidak meluas dan segera diselesaikan dengan damai. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana