BALI EXPRESS - Festival konservasi lontar di Kabupaten Badung berlangsung di Puri Ageng Mengwi.
Penyuluh Bahasa Bali yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali berhasil mengkonservasi serta mengidentifikasi lontar milik Anak Agung Gede Agung, mantan Bupati Badung yang juga anggota DPD RI itu.
“Lontar-lontar warisan penglingsir Puri Ageng Mengwi ini terawat dengan baik, sehingga kami hampir tanpa kendala melakukan identifikasi,” kata Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Badung, Wayan Budana, Kamis (22/2).
Penyuluh Bahasa Bali melibatkan 22 tim untuk melakukan konservasi dan identifikasi yang diawali dengan ngaturang pejati, untuk memohon kelancaran.
Ada 16 cakep lontar yang dibersihkan dan dirawat dengan menggunakan minyak sereh dan bubuk kemiri.
Sebagian besar kondisi lontar milik Puri Ageng Mengwi sangat bagus. Cakepan lembaran lontar tampak beraturan, dan tersusun dengan baik.
"Itu menandakan, selain diupacarai lontar-lontar ini juga biasa dibaca,” jelas Budana.
Walaupun demikian, ada beberapa hal unik yang ditemukan, di antaranya lontar yang tidak lengkap.
Meski demikian, lontar-lontar tersebut satu per satu dibersihkan, tentu dengan kehati-hatian.
Hal itu dilakukan, agar setiap helainya tidak tertukar dengan lainnya.
Adapun isi lontar warisan Puri Ageng Mengwi itu, di antaranya mantri sesana : tata cara pemerintahan, penguasa wilayah (raja) dan tanda mantri (pejabat kerajaan).
Baca Juga: Bukan Jakarta, Pura Dalem Betawi Ada di Mengwitani Bali, Sejarahnya Diungkap dalam Purana Bangsul
Ada juga beberapa tutur dasa bayu (kanda/kadyatmikan), kakawin ramayana, geguritan sucita subudi (tidak lengkap halaman acak), Babad Mengwi (3 cakep), Pamancangah (sejenis babad), dan sisanya pipil drue puri.
Editor : Nyoman Suarna