Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ada Kejanggalan, Polisi Akan Otopsi Jenazah Istri yang Tewas di Sidakarya

I Gede Paramasutha • Sabtu, 24 Februari 2024 | 01:59 WIB
Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Ida Ayu Made Kalpika Sari
Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Ida Ayu Made Kalpika Sari

 

DENPASAR, BALI EXPRESS - Tewasnya seorang istri berinisial CER, 29, di kos-kosan kawasan Sidakarya, pada Rabu (21/2), sedang diselidiki lebih lanjut oleh Polsek Denpasar Selatan.

Meski penyebab kematiannya disebut gantung diri, tetapi ada beberapa kejanggalan yang perlu diusut.

 

 

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Ida Ayu Made Kalpika Sari didampingi Panit Opsnal Unit Reskrim Ipda Mediana Dwija menerangkan, jenazah CER masih berada di Rumah Sakit Bali Mandara. Kepolisian akan melakukan pemeriksaan forensik atau autopsi terhadap korban pada Sabtu 24 Februari 2024, sekitar pukul 14.00 WITA.

 

"Untuk memastikan kami tunggu hasik autopsi, semoga cepat keluar hasilnya," tandasnya, Jumat (23/2). Disinggung mengenai kejanggalan, Kalpika mengatakan Dokter RS Bali Mandara memang menyatakan ada perbedaan hasil pemeriksaan kondisi jenazah korban, dibandingkan dengan kondisi orang gantung diri pada umumnya.

 

 

Sementara itu, sebanyak delapan orang saksi juga sudah diperiksa. Hasilnya tidak ada dari mereka yang mendengar keributan atau memiliki kecurigaan terkait penyebab lain kematian CER. "Dari pemeriksaan CCTV tidak ada keanehan, terlihat suami korban masuk rumah dan sampai keluar dengan menaikan korban ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit berlangsung cuma tujuh menit, jadi sangat cepat," tambahnya.

 

Maka dari itu, pihaknya mengajukan proses autopsi, guna memastikan masalah ini. Diberitakan sebelumnya, seorang wanita berinisial CER, 29, diduga gantung diri di kosnya, kawasan Sidakarya, Denpasar Selatan pada Rabu (21/2), sekitar pukul 22.00 WITA.

 

Korban ditemukan oleh suaminya DBYS, 29, yang saat itu baru pulang dari membeli rokok di warung dekat kos. Ternyata sebelumnya korban memang pernah melakukan percobaan gantung diri dan diselamatkan oleh tetangga. Dari hasil pemeriksaan dokter di RS Bali Mandara yang menangani CER, disebutkan denyut nadi korban sudah tidak ada, respon tidak ada, reflek pupil/mata negatif alias tidak ada gerakan. Hasil rekam gantung Flet datar atau tidak ada irama.

 

Dari pemeriksaan fisik luar, tampak jeratan tali pada leher depan lurus terputus sampai bawah telinga kanan dan kiri. Pada kemaluan tidak ada air seni dan di pantat tidak ada BAB. Lidah jenazah tampak jatuh ke belakang dan tak tampak kebiruan pada lidah ataupun mulut. 30 menit observasi, muncul lebam mayat pada punggung hingga bokong berwarna merah ke unguan, hilang pada penekanan, serta belum ada tanda kaku mayat.

 

 

Namun hasil pemeriksaan itu terdapat perbedaan atau kejanggalan dari kondisi jenazah korban gantung diri pada umumnya. Kalau gantung diri, biasanya ada bekas simpul berbentuk V sampai ke leher belakang kepala. Lidah menjulur/tergigit. Biasanya ada air mani dan BAB, serta ujung-ujung jari kaki dan jari tangan membiru. Maka dari itu, kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#autopsi #bali #gantung diri #denpasar #suami #kejanggalan #istri #forensik