SEMARAPURA, BALI EXPRESS - Perumda Air Minum Panca Mahottama Kabupaten Klungkung, Bali, telah menjadi sorotan atas keluhan masyarakat terkait layanan air bersih yang tersendat.
Baik di pedesaan maupun perkotaan, pelanggan merasakan dampaknya. Namun, Direktur Perumda, I Nyoman Renin, mengakui tantangan tersebut.
Menurut Renin, kondisi jaringan pipa yang masih menggunakan teknologi zaman penjajahan Belanda menjadi akar permasalahan.
Tingkat kebocoran mencapai 35%, dan banyaknya sedimen menyusutkan diameter pipa, menghambat distribusi air.
"Kami menyadari PR ini," ujar Renin. Solusinya, pergantian jaringan pipa. Namun, anggaran sebesar Rp11 miliar diperlukan untuk tindakan ini.
Agar proposal ini dapat direalisasikan, Perumda akan mengajukannya ke pemerintah pusat dengan dukungan Detail Engineering Design.
Rencananya, penggantian pipa akan dilakukan dari Desa Akah hingga Kamasan. ***
Editor : I Putu Suyatra