GEROKGAK, BALI EXPRESS - Pemedek yang nangkil ke Pura Segara Rupek, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Bali kini bisa bernafas lega.
Pasalnya, jalan sepanjang 15 kilometer menuju pura yang sebelumnya berupa bebatuan, kini sudah diaspal mulus sejak Juli 2023 lalu.
Waktu tempuh pun kian singkat, dari semula 1,5 jam, kini hanya butuh waktu 25 menit saja dari jalan utama Singaraja-Gilimanuk.
Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), pada Rabu, 28 Pebruari 2024, jalur menuju Pura Kahyangan Jagat Segara Rupek benar-benar mulus. Jalan sepanjang 15 kilometer tersebut dihotmix hingga areal parkir pura.
Jika sebelum diaspal kecepatan kendaraan maksimal hanya 10-15 kilometer per jam, kini bisa ditempuh dengan kecepatan 50 kilometer per jam.
Namun pengendara harus waspada dan wajib hati-hati, karena selain banyak pepohonan yang menjorok ke badan jalan, juga acapkali ada hewan seperti monyet hingga menjangan menyeberang jalan.
Lantaran jalan sudah mulus, jumlah pemedek yang nangkil ke pura ini meningkat.
Dulu, saat jalan belum diaspal, lebarnya hanya 2,5 meter. Dengan kondisi tersebut, pengendara yang hendak berpapasan harus memperlambat laju kendaraanya agar tetap aman.
Pemucuk Pura Segara Rupek, Jro Putu Artana, 52, menjelaskan, paska diaspal, pemedek yang nangkil terus mengalami peningkatan mencapai 50 persen.
“Pemedek makin ramai, apalagi saat hari Purnama Tilem, dan Tumpek. Memang pengaruhnya signifikan,” ungkapnya.
Terlebih sambung Jro Artana, pemangku yang ngayah di Pura Segara Rupek juga digilir. Sehingga selalu saja ada pemangku yang siaga melayani pemedek yang nangkil.
“Kami bagi empat regu. Satu regu ada delapan orang pemangku,” katanya.
Jro Artana berharap, dengan tuntasnya pengaspalan bisa semakin memudahkan pemedek yang hendak nangkil.
Selain itu, waktu tempuh yang singkat membuat perjalanan tidak melelahkan dan bisa fokus melakukan persembahyangan.
Sementara itu, salah seorang pemdek, Made Nadi, 61, yang nangkil bersama keluarga bertepatan Hari Raya Galungan mengaku senang bisa nangkil ke Pura Segara Rupek dalam kondisi jalan sudah mulus.
Waktu tempuh yang singkat membuat perjalanan menjadi semakin menyenangkan.
“Ini pertama kali saya tangkil karena dulu banyak yang bilang kalau ke Pura Segara Rupek jalannya rusak, berbatu. Sekarang kondisi jalan sudah bagus. Pemandangannya pun indah,” singkatnya.
Seperti diketahui, Pura Segara Rupek yang terletak di kawasan Hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) tepatnya Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak tidak bisa dilepaskan dari kisah spiritual Mpu Sidhi Mantra dan anaknya Manik Angkeran.
Bahkan mitologi terpisahnya Pulau Jawa dan Bali sangat erat kaitannya dengan tapa Brata Mpu Sidhimantra sebagai konsekuensi karena anaknya gemar berjudi sabung ayam.
Pujawali di pura ini dilaksanakan saat Purnama Sasih Jyestha. Setiap pujawali, biasanya nyejer selama 11 hari. (*)
Editor : Nyoman Suarna