TABANAN BALI EXPRESS- Dua orang pendaki Gunung Batukaru, Putu Eka Putri Pratiwi,24, asal Denpasar dan Sandika,21, asal Buleleng ditemukan selamat setelah dilaporkan hilang pada Minggu (3/3) oleh pihak keluarganya.
Kapolsek Pupuan AKP I Wayan Sudiarba, menjelaskan kedua pendaki tersebut ditemukan dalam keadaan selamat pada Senin (4/3) dalam kurun waktu yang berbeda.
Sandika ditemukan lebih pada Senin siang sedangkan Putu Eka ditemukan pada Senin pukul 17.00 Wita di lokasi yang berbeda.
Sandika ditemukan di oleh warga di titik awal dia memulai pendakian, karena Sandika terpisah dengan Putu Eka ketika sedang tidur sekitar Pukul 03.00 Wita. Saat itu, Sandika memutuskan untuk turun sendiri setelah mencari Eka selama satu jam lebih dengan mengikuti aliran sungai hingga menemukan pipa aliran air ke perumahan warga.
"Ketika sampai dititik awal pendakian,Sandika sudah melihat warga dan keluarga Eka berkumpul untuk mencari Eka yang masih belum ditemukan. Selanjutnya Sandika dirawat di Puskesmas l Pupuan karena mengalami sakit pada lutut bagian atas," jelasnya Senin (4/3).
Setelah menemukan Sandika dalam keadaan selamat adan mendapat informasi terkait lokasi terakhir Eka, Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian dengan menyisir sekitar titik pertemuan terakhir antara Eka Putri Pratiwi dan Sandika.
Setelah berjam-jam dilakukan pencarian, akhirnya SRU yang terdiri dari warga/pemandu lokal berhasil menemukan Eka Putri Pratiwi dalam keadaan selamat sekitar pukul 16.15 Wita.
Lokasi penemuannya dikatakan Sudiarba berada 200 meter dari titik awal keduanya dilaporkan hilang. "Eka ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim di hutan sekitar 200,tersebut dari lokasi terakhir mereka berkemah," lanjutnya.
Dari laporan yang diterima Polsek Pupuan, kedua pendaki itu memulai aktivitasnya pada Sabtu (2/3) sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka menempuh rute jalur dari Bukit Buluh, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan.
Sekitar pukul 15.00 Wita atau saat berada di ketinggian 200 meter dari puncak, mereka menemukan jalan buntu. Hal itu yang membuat keduanya memutuskan menghentikan pendakian dan memutuskan untuk turun. Namun sekitar pukul 19.00 Wita, mereka mulai tersesat.
“Ketika tersesat ini, keduanya sempat berusaha menghubungi keluarganya untuk meminta bantuan. Sembari menunggu bantuan, mereka kemudian membuat tenda sebagai tempat beristirahat. Mereka istirahat sampai keesokan harinya atau Minggu (3/3)," lanjutnya.
Namun sampai Minggu pagi, kedua pendaki ini belum mendapatkan pertolongan, sehingga keduanya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan turun dari gunung.
Hingga akhirnya sampai dengan pukul 16.00 Wita, mereka mendengar ada suara gergaji mesin dan keduanya pun mencari sumber suara itu.
Namun sampai dengan pukul 19.00 Wita,dikatakan AKP Sudiarba tidak bisa menemukan sumber suara gergaji mesin tersebut. (*)