Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa Pancasari Buleleng Langganan Banjir, Perbekel Ungkap Kunjungan Komisi III DPRD Bali Cuma Melihat-lihat Saja, Tanya-tanya Sedikit

Dian Suryantini • Rabu, 6 Maret 2024 | 15:04 WIB
Situasi banjir di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.
Situasi banjir di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Hujan deras mengguyur kawasan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa, 5 Maret 2024.

Hujan deras selama 2 jam dari pukul 13.00  itu mengakibatkan banjir. Ruas jalan nasional di sekitar Bali Handara Golf tertutup luapan banjir.

Kawasan itu dari tahun ke tahun menjadi kawasan rawan banjir bila terjadi hujan deras.

Gorong-gorong yang menampung air dan mengalirkan ke danau menyempit, sehingga tidak mampu lagi menampung volume air.

Perbekel Pancasari I Wayan Komiarsa mengatakan permasalahan banjir di desanya tidak pernah absen setiap tahunnya.

Faktor penyebab banjir di desanya itu diklaim akibat gorong-gorong yang tidak representatif lagi.

Ia pun mengklaim telah mengajukan permohonan ke pemerintah daerah agar dapat memberikan solusi pelebaran gorong-gorong.

“Kami sudah mengajukan permohonan ke PUTR Kabupaten Buleleng, karena prosedurnya dari kabupaten nantinya yang akan merekomendasi ke Pemerintah Provinsi Bali. Sudah berkali-kali kami melakukan itu dan tahun lalu juga kami usulkan kembali,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa sore.

Kendati telah mengajukan permohonan perbaikan gorong-gorong, hingga kini belum ada respon dari pemerintah.

Komiarsa pun mengaku kesal atas usulan yang hingga kini tak kunjung mendapat jawaban pasti.

“Kalau saya punya kewenangan, saya yang melakukannya. Tapi saya hanya kepala desa. Bisa apa? Paling saya hanya bisa mengajak warga tidak buang sampah ke gorong-gorong. Itu saja kan tidak cukup. Airnya besar begini,” imbuhnya.

Komiarsa pun menyebut sempat ada anggota Komisi III DPRD Bali yang melakukan peninjauan di sekitar lokasi banjir.

Hanya saja, hal itu tidak mengubah apapun. Sampai kini Komiarsa tidak menerima kabar soal perbaikan gorong-gorong yang diusulkan.

“Cuma lihat-lihat saja. Tanya-tanya sedikit, sudah itu ya sudah,” kata dia.

Ia mengakui air yang meluap ke jalan tidak terlalu tinggi. Hanya sampai betis orang dewasa.

Walau dalam hitungan menit air telah surut, namun kerugian akibat banjir itu cukup tinggi.

"Memang tidak tinggi airnya, tapi kalau begini terus kan warga kami rugi juga. Banjir itu merendam beberapa kebun warga kami yang dijadikan agrowisata. Kalau itu kena banjir, berapa kerugiannya? Bisa puluhan juta. Setiap hujan begini terus kan lelah juga," terangnya.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), banjir yang menutupi jalan di sekitar Desa Pancasari itu menyebabkan arus lalu lintas sedikit tersendat.

Kendaraan mengular, mengantri dengan kecepatan rendah untuk melintas. Barisan kendaraan sekitar 3 kilometer bergiliran melintas dengan hati-hati.

Meski demikian, anggota Polsek Sukasada mengambil tindakan untuk mengatur arus lalin agar lancar.

“Sudah bisa dilalui. Macetnya tidak parah, hanya mengurangi kecepatan saja karena jalan tertutup banjir. Kendaraan tidak berhenti total, tapi masih bisa melaju pelan-pelan,” ujar Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #hujan deras #banjir #buleleng #Desa Pancasari