Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pasar Murah Diserbu Masyarakat di Buleleng, 1 Ton Beras Ludes Kurang dari 1 Jam

Dian Suryantini • Jumat, 8 Maret 2024 | 14:46 WIB

 

Masyarakat berburu pangan murah, salah satunya di operasi pasar murah di Pelabuhan Tua Buleleng, Bali, Kamis, 7 Maret 2024. 
Masyarakat berburu pangan murah, salah satunya di operasi pasar murah di Pelabuhan Tua Buleleng, Bali, Kamis, 7 Maret 2024. 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Mahalnya harga beras membuat masyarakat menjerit, terlebih mereka dengan ekonomi menengah ke bawah.

Pemkab Buleleng pun mengambil tindakan menggelar Pasar Murah di Pelabuhan Tua, Buleleng, Kamis, 7 Maret 2024. Salah satu yang dijual adalah beras.

Sebanyak 1 ton beras disediakan untuk dijual dengan harga terjangkau. Masyarakat yang memenuhi pasar rela berdesak-desakan untuk mendapatkan beras.

Dari pantauan di lapangan, 1 ton beras yang disediakan itu terjual habis dalam hitungan menit.

Sekitar 30 menit, mobil boks Bulog telah kosong. Kondisi ini memperlihatkan tingginya kebutuhan dan permintaan akan beras dengan harga terjangkau di tengah-tengah meningkatnya harga beras di pasaran konvensional.

Agus Saputra, Korlap Unit Bisnis Jasasma dan survey  Bulog Bali mengatakan, pihaknya menyediakan 1 ton beras medium dan 200 kilogram beras premium.

Di samping itu ada 120 liter minyak goreng dan 100 kiligram gula pasir. Beras medium dijual per 5 kilogram dengan harga Rp75 ribu.

Sedangkan beras premium dijual dengan harga Rp53 ribu per 5 kilogram. Sementara minyak goreng dijual dengan harga Rp15.500 per liter dan gula pasir dijual Rp17 ribu per kilogram.

“Yang paling laris beras SPHP. Dari dibuka gerainya jam 8 pagi, jam setengah 9 sudah habis, sudah kosong. Sejak lonjakan harga, beras selalu diserbu,” ungkapnya.

Di sisi lain, masyarakat terus berharap akan adanya solusi yang cepat dan efektif untuk mengatasi tingginya harga beras.

Dalam situasi kebutuhan pangan dasar menjadi kekhawatiran utama bagi banyak keluarga, upaya kolaboratif dari berbagai pihak menjadi krusial untuk menjaga kesejahteraan dan stabilitas sosial di tengah-tengah tekanan ekonomi yang meningkat.

“Apa-apa sekarang mahal. Kalau tahun lalu juga hampir sama, bawang merah hampir Rp38 ribu. Kalau yang sekarang ini lebih murah Rp14 ribu,” ujar Devi Runingsih, 40 saat berburu kebutuhan pokok di pasar murah.

“Kalau di warung eceran Rp11 ribu, beli di agen Rp16.300. Kalau beras 10 Kilogram itu  Rp 163.000,” tambah Devi.

Dari beragamnya kebutuhan pangan yang dijual, masyarakat lebih dominan berburu beras.

Ada yang membeli 10 kilogram atau hanya 5 kilogram. Mereka pun berharap operasi pasar seperti itu rutin dilakukan untuk membantu daya beli masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok.

“Murah, mudah dan sangat membantu di situasi harga beras yang mahal. Sering-sering bikin begini, di tempat-tempat ramai supaya bisa diketahui masyarakat lebih luas lagi,” terang Ketut Darma, warga Singaraja yang juga pensiunan polisi. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #pasar murah #buleleng #beras