KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Pemandangan tidak sedap terlihat saat melintas di Jalan Umum Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali, tepatnya disebelah selatan SPBU Banjarangkan atau Polsek Banjarangkan. Dimana dari jalanan terlihat ada ‘gunung’ sampah meskipun lokasi itu bukan lah Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pantauan di lapangan, pemandangan ini terpampang nyata setelah semak-semak yang ada di pinggir jalan dibersihkan. Sehingga pengendara yang melintas terutama dari arah timur ketika menoleh ke arah selatan akan dengan sangat jelas melihat tumpukan sampah tersebut di pangkung (sungai mati,Red) yang ada di lokasi tersebut.
Mirisnya beberapa ekor burung Kokokan terlihat mencari makan di tumpukan sampah tersebut.
Tepat disebelah pangkung tersebut, sejatinya terdapat Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Desa Banjarangkan. Sehingga diduga sampah yang masuk terlebih dahulu dipilah kemudian dibuang di pangkung tersebut.
Parahnya menurut sejumlah warga disekitar lokasi, pada pagi hari tumpukan sampah itu akan menimbulkan bau tidak sedap. “Kalau pagi itu bau sekali, apalagi kalau musim hujan. Kalau siang sampai malam tidak begitu bau,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi yang sudah berlangsung lama ini pun ternyata sempat membuat siswa di SDN 3 Banjarangkan yang berlokasi di barat pangkung ini terganggu saat belajar. Hingga pihak sekolah harus berkoordinasi dengan pihak Desa.
Adanya bau busuk tersebut, juga digadang-gadang akibat tidak sedikit warga yang membuang limbah bulu ayam. Mengingat Desa Banjarangkan banyak warganya yang berprofesi sebagai penjual daging ayam potong.
Terkait hal tersebut, Kepala DLHK Kabupaten Klungkung, I Nyoman Sidang mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari staffnya, selama ini sampah-sampah tersebut menjadi layanan Desa Banjarangkan. “Selama ini sampah-sampah tersebut menjadi layanan Desa Banjarangkan,” ungkapnya via WhatsApp, Rabu (13/3).
Sedangkan Pj Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika mengatakan bahwa untuk tumpukan sampah tersebut, Pemkab Klungkung telah berkoordinasi dengan pihak Desa dimana selama ini sampah tersebut ditangani oleh pihak Desa. “Dan untuk kondisi saat ini kami akan teruskan kepada Kepala Desa-nya, silahkan juga tanyakan kepada Perbekel,” ujarnya singkat.
Disisi lain, anggota DPRD Klungkung I Nyoman Sukirta dari Dapil Banjarangkan menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya seharusnya DLHK menyurati pihak Desa terkait pangkung yang digunakan sebagai tempat pembuatan sampah yang kini bahkan telah menggunung itu. “Apalagi itu menimbulkan bau yang tidak sedap, disebelahnya juga ada sekolah, lama-lama bisa mengganggu aktifitas belajar mengajar dan kesehatan anak juga bisa terganggu,” tegas politisi PSI tersebut. (*)