TABANAN, BALI EXPRESS - Angin kencang yang terjadi sejak Rabu (13/3), tidak saja merobohkan pohon, tetapi juga memakan korban jiwa.
Pada Kamis (14/3) subuh sekitar pukul 04.00 Wita dua WNA yang menginap di Villa Yeh Baat yang beralamat di Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali menjadi korban.
Dua orang wisatawan tewas tertimbun material, ketika sedang tidur di villa tersebut.
Kapolsek Penebel, AKP. IGusti Kade Mudiarsa, menjelaskan, informasi robohnya villa yang menewaskan wisatawan ini diketahui setelah Babinkamtibmas melaporkan ada peristiwa tanah longsor di Villa Yeh Baat pada Kamis (14/3) pukul 07.00 Wita.
"Mendapat informasi tersebut, kami meluncur ke lokasi bersama masyarakat dengan menggunakan alat seadanya untuk melakukan evakuasi. Utamanya adalah pencarian korban," jelasnya.
Karena berdasarkan informasi dari pengelola villa, diketahui ada dua orang WNA yang menginap di villa tersebut.
Tidak lama melakukan pencarian, kedua WNA tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dalam posisi tidur.
"Korbannya dua orang. WNA laki-laki yang identitasnya belum diketahui, dalam keadaan tanpa busana," lanjutnya.
Sedangkan WNA perempuan yang diketahui warga negara Australia bernama Angeline, hanya menggunakan pakaian dalam.
Kedua korban, disebutkan AKP. Alit, ditemukan meninggal dalam posisi tidur dan tertimbun material mulai dari kepala hingga tubuh bagian bawahnya di tempat tidur salah satu kamar Villa Yeh Baat.
Setelah proses evakuasi, kedua korban langsung dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah.
"Korban sudah dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah. Saat ini kami masih mengidentifikasi identitas korban. Proses masih berlangsung," lanjutnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna