BALI EXPRESS – Di balik gemerlapnya budaya Bali, terdapat sisi miris yang jarang tersorot. Salah satunya adalah kisah para penari Joged Bumbung Jaruh yang terjebak dalam praktik eksploitasi.
Baru-baru ini, pengakuan seorang penari Joged Bumbung Jaruh dari Tabanan yang dibayar Rp 2 juta semalam menggemparkan publik.
Mirisnya, sang penari diantarkan langsung oleh orang tuanya untuk melakukan joged bumbung jaruh tersebut.
Baca Juga: Disbud Bali Terus Berupaya Atasi Kasus Joged Bumbung Jaruh: Berikut Kronologi Penanganannya
"Bahkan, orang tuanya sendiri memberikan izin," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali (Disbud Bali), Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M. Hum.
Kasus ini menjadi bukti bahwa masih banyak penari Joged Bumbung yang terjebak dalam situasi rentan dan terpaksa menerima bayaran rendah demi memenuhi kebutuhan hidup.
Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, menyatakan keprihatinannya atas kasus tersebut.
"Kami sedang mencari solusi terbaik untuk membantu para penari Joged Bumbung agar mereka mendapatkan penghidupan yang layak dan terhindar dari eksploitasi," kata Prof. Arya.
Baca Juga: Isu Munaslub, Sugawa Korry Sebut Golkar Seluruh Bali Pilih Airlangga
Disbud Bali telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini, seperti:
- Memberikan pelatihan dan edukasi kepada para penari Joged Bumbung tentang hak-hak mereka.
- Bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pengawasan di tempat-tempat hiburan malam.
- Mendorong pengembangan wisata budaya yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Namun, upaya ini masih belum cukup. Diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan wisatawan, untuk membantu para penari Joged Bumbung mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan:
- Menetapkan standar gaji minimum bagi para penari Joged Bumbung.
- Membuat program pembinaan dan pendampingan bagi para penari Joged Bumbung.
- Meningkatkan promosi wisata budaya yang mengedepankan nilai-nilai budaya Bali yang luhur.
Baca Juga: Ngeri! Ibu Jari Kru Fast Boat Ini Nyaris Putus saat Hendak Tambatkan Boat, Begini Kronologinya
Dengan upaya bersama, diharapkan kasus miris seperti ini tidak terulang kembali dan para penari Joged Bumbung dapat mendapatkan penghidupan yang layak dan penghargaan yang sepatutnya. ***