Sampah Plastik Serbu Pantai di Bali, Ini Kata Petugas DLHK Badung
I Putu Suyatra• Rabu, 20 Maret 2024 | 16:27 WIB
LAUTAN SAMPAH: Beberapa pemulung tampak mengais di lautan sampah plastik Pantai Kedonganan Jimbaran Badung Bali, 19 Maret 2024. (adrian suwanto/radarbali.id)
BADUNG BALI EXPRESS - Beberapa Pantai di Badung, Bali kembali dilanda serbuan sampah, terutama sampah plastik.
Fenomena ini terjadi setiap tahun saat musim angin barat. Pantai Kedonganan dan Kuta menjadi yang paling parah terkena dampaknya.
Tumpukan sampah plastik yang mengotori pantai menjadi pemandangan yang memprihatinkan.
Sampah-sampah ini tidak hanya merusak keindahan pantai, tetapi juga membahayakan biota laut.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung telah mengerahkan 300 personel dan tujuh alat berat untuk membersihkan sampah pantai.
Petugas kebersihan selalu siaga untuk membersihkan sampah yang terus menerus terbawa ombak.
"Kami masih melakukan (pembersihan) secara manual. Alat berat masih konsen untuk penanganan sampah di Pantai Kuta, Legian dan Seminyak,” jelas Agung Dalem, Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limba B3 DLHK Badung, Senin (20/3/2024).
Hingga saat ini, DLHK Badung telah mengangkut 772 ton sampah dari pantai-pantai di Badung.
"Sampai hari ini kami telah membersihkan dan mengangkut 772 ton sampah,” ungkap Agung Dalem.
Sampah di Pantai Dreamland
Selain Pantai Kedonganan dan Kuta, Pantai Dreamland di Pecatu juga mengalami masalah serupa. Muara sungai di pantai ini dipenuhi sampah, terutama ranting kayu, plastik, dan bekas styrofoam.
“Sampah kali ini tidak terlalu banyak. Kondisi tahun ini tidak separah tahun lalu,” kata Wayan Muntra, salah seorang petugas di Pantai Dreamland.
Dampak Sampah Plastik
Sampah plastik yang mencemari pantai memiliki dampak yang sangat besar bagi lingkungan. Sampah plastik dapat merusak ekosistem laut dan membahayakan biota laut.
“Sampah plastik ini bisa dimakan oleh penyu dan biota laut lainnya, sehingga mereka bisa mati,” jelas Agung Dalem.