BALI EXPRESS- Niluh Putu Ary Pertami Djelantik atau yang lebih akrab disapa Niluh Djelantik menanggapi pernyataan Arya Wedakarna yang menyebut penurunan suara pada pemilu 2024 ini karena hasil bagi suara.
Niluh Djelantik menyebut bahwa 377.152 suara yang diperoleh bukan hasil bagi suara.
Baca Juga: Suara Pemilih Menurun, Arya Wedakarna Sebut Bagi Suara
Bagi Niluh Djelantik tidak ada hasil bagi suara. Pengusaha itu juga menanggapi pernyataan AWK yang mengaku siap membimbing calon DPD RI lain yang terpilih ke senayan.
“Kalau urusan bimbing membimbing, cus silakan buka dulu blokiran dan cabut laporan yang melaporkan Mbok Niluh ke polisi,” tulisnya di akun Instagram @niluhdjelantik, pada Selasa (19/03).
Lebih lanjut, Niluh Djelantik meminta AWK agar memahami dan tahu diri mengapa terjadi penurunan suara pada pemilu 2024 ini.
Baca Juga: Sampah Plastik Serbu Pantai di Bali, Ini Kata Petugas DLHK Badung
Hal tersebut menurut Niluh karena masyarakat cerdas dan bisa menentukan pilihannya.
“Please bijak dalam membuat statement berpotensi menggiring opini public yang seolah merendahkan peserta pemilu dan penyelenggara pemilu,” tulis Niluh Djelantik.
Sebelumnya, AWK mengatakan sejak awal maju ingin membagi suara pendukungnya untuk tiga calon lain tanpa membeberkan namanya.
“Sempat saya menyampaikan saya bagi suara, dalam artian kan kalau dilihat dalam proses dana kampanye saya tidak besar, kedua coba lihat saja banyak tidak keliling seluruh Bali (kampanye) kan tidak, jadi begitu itu urusan saya, saya mau komunikasi sama caleg A, B, C,” kata dia, pada Selasa (19/03).
Baca Juga: Tradisi Mepajar di Desa Sumerta: Rahasia dan Keindahan Tarian Rangda dan Urutan Prosesinya
AWK mengaku tidak masalah jika suaranya merosot tajam, karena meski begitu ia menempati suara tertinggi kedua di antara 17 calon DPD RI Bali Pemilu 2024.
Ia tak menyebut nama-nama calon yang dibantu untuk diajak naik bersama, namun ketika disinggung apakah tiga peserta dengan suara tertinggi lainnya sudah sesuai dengan yang ia bantu, jawabannya hanya itu sesuai harapan masyarakat Bali.
Baca Juga: Trending di Medsos, “Mio Mirza” Buat Boy William dan Fiersa Besari Penasaran
“Sesuai harapan masyarakat, kan yang mewakili mereka yang paham dengan budaya Hindu, budaya Bali, dan apalagi kita lihat ada macam-macam masalah seperti saya diberhentikan, di pengadilan, dilaporkan, dengan saya mendapatkan posisi kedua saja sudah luar biasa,” ujarnya percaya diri.
Editor : Wiwin Meliana