KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Aksi penyelidikan yang dilakukan oleh Satpol PP Klungkung dan Camat Nusa Penida bersama tim telah mengungkap misteri di balik pembuatan tangga di tebing Diamond Beach atau Pantai Diamond di Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali, pada Jumat (22/3).
Kasat Pol PP Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa, mengungkap bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan di dua lokasi yang diduga terlibat dalam pembuatan tangga tersebut.
"Kami menyelidiki Nirwana Cliff dan Intaaya Retreat," ungkapnya.
Hasil pengecekan ini mengungkap beberapa fakta menarik:\
1. Nirwana Cliff
Usaha ini diketahui berasal dari milik Gede Buana, yang berdomisili di Desa Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, menurut informasi dari Perbekel setempat.
Saat petugas tiba di lokasi, aktivitas pembuatan tangga sudah tidak ada lagi, dan lokasi terlihat sepi.
Observasi petugas menemukan tanda-tanda bahwa tempat ini telah ditinggalkan cukup lama.
2. Intaaya Retreat
Retreat ini memiliki pemilik lahan bernama Wayan Sangging, yang beralamat di Desa Tanglad, Nusa Penida.
Diketahui, pembangunan tempat ini sudah berlangsung selama setahun, dengan fasilitas retreat termasuk spa, yoga, dan kamar menginap.
Namun, penanggung jawab pekerjaan tidak dapat menunjukkan izin di lokasi karena urusan izin dipegang oleh kantor pusat di Sanur.
Menanggapi hal ini, Satpol PP Klungkung telah mengambil langkah-langkah tegas.
"Kami menghentikan sementara pembangunan tangga di tebing hingga mendapatkan izin yang lengkap sesuai dengan peraturan yang berlaku," tegasnya.
Video yang beredar sebelumnya memperlihatkan tangga baru di Diamond Beach, Nusa Penida. Namun, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
"Kami berkomitmen untuk memberikan pembinaan agar semua perizinan dipenuhi sebelum lanjutkan pembangunan," tambahnya.
Melalui tindakan ini, Satpol PP Klungkung berupaya menjaga keteraturan dan keamanan wilayah, sambil memastikan bahwa setiap pembangunan dilakukan dengan prosedur yang benar dan sesuai dengan hukum yang berlaku. ***