Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penjelasan Tentang Tiga Siklus Kehidupan Menurut Ajaran Hindu

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 28 Maret 2024 | 01:43 WIB
Ni Luh Cesi, seorang Penyuluh Agama Hindu
Ni Luh Cesi, seorang Penyuluh Agama Hindu

TABANAN, BALI EXPRESS - Dalam filosofi Hindu, konsep tiga siklus kehidupan yang dikenal sebagai Tri Kona menjadi landasan utama dalam memahami perjalanan makhluk hidup di alam semesta ini. Tri Kona terdiri dari Utpati, Sthiti, dan Pralina.

Menurut Ni Luh Cesi, seorang Penyuluh Agama Hindu, Utpati mengacu pada fase kelahiran.

"Dalam konsep ini, kita memahami bahwa setiap makhluk hidup lahir ke dunia ini atas kekuasaan Dewa Brahma," jelasnya.

Dewa Brahma diyakini sebagai pencipta alam semesta dan isinya.

Proses penciptaan dimulai dengan tumbuhan, yang pertama kali diciptakan, diikuti oleh hewan, dan akhirnya manusia.

Tumbuhan menjadi penciptaan pertama karena sifatnya yang hanya mampu tumbuh, tanpa kemampuan bergerak.

Sementara itu, hewan diciptakan berikutnya karena diberikan kemampuan untuk tumbuh dan bergerak.

Manusia, sebagai penciptaan terakhir, diberkati dengan tiga aspek, yaitu bayu (nafas), sabda (ucapan), dan idep (pikiran), yang memungkinkannya untuk tumbuh, bergerak, dan memiliki akal untuk berpikir.

Sthiti, atau fase kehidupan, menggambarkan perjalanan semua makhluk hidup di alam semesta ini.

Dewa Wisnu dipercaya sebagai penguasa dalam fase ini.

Dengan kehidupan yang diberikan oleh Dewa Wisnu, diharapkan setiap makhluk hidup mampu menjalani kehidupannya sesuai dengan karma dan takdirnya masing-masing.

Oleh karena itu, penting untuk menggunakan segala anugerah ini dengan penuh kesungguhan agar kehidupan menjadi lebih bermakna.

Pralina, fase terakhir dalam siklus kehidupan, mengacu pada kematian atau pengembalian ke asalnya.

Dalam fase ini, Dewa Siwa dianggap sebagai penguasa.

"Dengan berakhirnya kehidupan, maka takdir yang tak terelakkan adalah kematian. Oleh karena itu, melalui perjalanan kehidupan yang telah dilalui, kematian menjadi bagian tak terpisahkan," ungkapnya.

Cesi menekankan pentingnya memanfaatkan setiap fase dalam siklus kehidupan ini dengan sebaik-baiknya.

Dengan demikian, diharapkan bahwa apa yang akan terjadi selanjutnya akan menjadi lebih baik dari siklus sebelumnya.

Siklus ini, tanpa pandang bulu, dialami oleh semua makhluk hidup, tanpa terkecuali, mengajarkan bahwa kelahiran, kehidupan, dan kematian adalah bagian alami dari perjalanan kehidupan. 

Berikut Penjelasan Tiga Siklus Kehidupan Menurut Hindu: Kelahiran, Kehidupan, dan Kematian

1. Utpati (Kelahiran)

  • Dikuasai oleh Dewa Brahma.
  • Alam semesta dan isinya diciptakan, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia.
  • Tumbuhan diciptakan pertama karena tidak bisa bergerak.
  • Hewan diciptakan kedua karena bisa tumbuh dan bergerak.
  • Manusia diciptakan terakhir dengan kemampuan untuk tumbuh, bergerak, dan berpikir.

2. Sthiti (Kehidupan)

  • Dikuasai oleh Dewa Wisnu.
  • Makhluk hidup hidup sesuai karma wasananya.
  • Gunakan segala yang diberikan dengan kesungguhan untuk hidup yang bermakna.

Baca Juga: Tradisi Unik di Bali: Bisa Naik Pangkat dan Dapat Gelar Jero, Ini Pembagian Kedudukan Masyarakat di Desa Trunyan

3. Pralina (Kematian)

  • Dikuasai oleh Dewa Siwa.
  • Semua makhluk hidup akan mengalami kematian.
  • Gunakan kesempatan dalam siklus ini dengan sebaik-baiknya.
  • Semua makhluk hidup akan mengalami siklus ini: lahir, hidup, dan mati.
Editor : I Putu Suyatra
#kematian #Kehidupan #tri kona #hindu #kelahiran