BALI EXPRESS - Sebuah kejadian tragis terjadi di Vila Putri Gunur, Banjar Dinas Kerta Desa Petang, Badung, Bali pada Selasa, 26 Maret 2024, sekitar pukul 18.00.
Randy Joe Knall, seorang warga negara Amerika Serikat (AS) berusia 40 tahun, diduga melakukan tindak kekerasan terhadap istrinya yang berinisial Ni PN, yang saat itu sedang merawat atau ngempu bayinya yang baru berusia 5 bulan.
Ni PN, yang berusia 38 tahun, mengalami luka serius akibat pukulan yang diterimanya, bahkan hingga mengakibatkan patah tulang tangan kanannya.
Dia saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Bali Royal Hospital, Denpasar.
Informasi yang kami peroleh dari berbagai sumber di lingkungan Polres Badung mengungkapkan bahwa peristiwa ini telah dilaporkan ke pihak berwenang berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LB/48/111/2024/SPKT/Polres Badung/Polda Bali pada tanggal 27 Maret 2024.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Randy Joe Knall adalah suami sah dari Ni PN dan keduanya memiliki seorang anak berusia 5 bulan.
Diduga Randy melakukan Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sesuai dengan Pasal 44 Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Kejadian terjadi ketika Randy Joe Knall pulang ke rumah setelah beraktivitas di luar.
Saat memasuki kamar, ia terlihat sangat emosional. Meskipun istrinya mencoba menenangkannya, situasi malah menjadi tegang.
Menurut sumber petugas, "Istri mencoba menegur agar suaminya tidak marah-marah lagi."
Namun, alih-alih mereda, Randy justru melakukan serangan brutal.
Dia memukul istri dan bayinya yang sedang tidur di ranjang, menggunakan kekuatan fisiknya tanpa belas kasihan.
"Sang istri ditarik paksa dari tempat tidur dan dipukul lagi. Bahkan, rambutnya ditarik dan kepala istri dibenturkan ke tembok sehingga menyebabkan patahnya tulang tangan kanan istri," ungkap salah satu sumber.
Setelah melakukan kekerasan tersebut, Randy meninggalkan istri dan bayinya yang terluka di kamar.
Mereka hanya bisa menangis kesakitan sementara Randy melarikan diri.
Keluarga Ni PN telah mencoba menghubungi Randy, namun hingga saat ini belum berhasil.
Pihak kepolisian setempat juga belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini. ***