Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

VIRAL, Wanita Penari Bali Marah saat HUT Ke-420 Kota Singaraja, Begini Akar Masalahnya

Dian Suryantini • Minggu, 31 Maret 2024 | 16:33 WIB
VIDEO: Potongan video seorang penari wanita marah saat HUT ke-420 Kota Singaraja.
VIDEO: Potongan video seorang penari wanita marah saat HUT ke-420 Kota Singaraja.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Viral seorang wanita berpakaian penari Bali marah-marah saat perayaan HUT ke-420 Kota Singaraja.

Video wanita penari Bali yang marah-marah itu dibagikan sebuah akun Facebook Bagus Suwija.

Dalam video tersebut, wanita yang memakai pakaian tari Trunajaya tersebut menyebut, HUT Kota Singaraja amburadul.

Hanya memberi porsi kepada grup band untuk manggung, sementara seniman tradisi tidak diberi kesempatan.

Dia pun meminta, kalau nanti Kota Singaraja kembali merayakan hari ulang tahun, isi aja acara pentas dengan penampilan grup band selama lima hari, dan jangan isi dengan kesenian tradisi Bali.

Video viral ini mendapat 220 tanggapan dengan 207 kali dibagikan.

Sementara itu, hasil penelusuran Bali Express di lapangan terungkap, kejadian bermula ketika dua sekee gong legendaris kebanggaan Buleleng tampil dalam penutupan HUT Kota Singaraja ke-420.

Para seniman yang telah lanjut usia itu tidak henti-hentinya menebar senyuman saat tampil, Sabtu (30/3) malam.

Keduanya adalah Sekee Gong Legendaris Eka Wakya, Kelurahan Banjar Paketan, Singaraja dan Sekee Gong Legendaris Jaya Kusuma, Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Sekaa Gong Legendaris Jaya Kusuma, Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Buleleng telah melakukan persiapan sejak bulan Agustus tahun lalu, dengan harapan untuk menghidupkan kembali gemerlap kejayaan masa lalu.

Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan dan hambatan, semangat mereka tidak pernah luntur. Mereka yakin, bahwa di balik kegelapan, Jagaraga akan kembali bersinar sebagai pusat perhatian, mengukir cerita baru dalam dunia kesenian Bali.

Baca Juga: Tertarik Berkunjung ke Pantai Bias Tugel Bali? Cek Harga Tiket Masuk, Jam Operasional dan Spot Menarik

Begitu juga dengan Sekee Gong Legendaris Eka Wakya, Banjar Paketan Singaraja. Para penari dan penabuh berlatih keras agar bisa tampil.

Saat diundang tampil dalam HUT Kota Singaraja ke-420 mereka menyambutnya dengan semangat. Latihan dilakukan dengan intensif agar tidak mengecewakan penonton.

Penampilan yang mereka lakukan itu sejatinya ingin menunjukkan diri sebagai duta gong legendaris Buleleng yang akan tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun ini.

Panggung HUT Kota adalah panggung uji coba sebelum mereka tampil di Denpasar nanti.

Dari panggung HUT Kota Singaraja, tabuh pertama berkumandang dari Sekee Gong Legendaris Jaya Kusuma, Jagaraga dengan tabuh Baratayudha.

Disusul Sekee Gong Legendaris Eka Wakya Banjar Paketan dengan tabuh Dwikora.

Usai dua tabuh itu berkumandang, acara di sela dengan perayaan malam penutupan HUT Kota Singaraja.

Para penabuh pun masih tetap siaga di atas panggung, berharap usai ceremony penutupan mereka kembali mebarung.

Akan tetapi acara terus dilanjutkan hingga rundown terakhir dan sekee gong legendaris tidak lanjut pentas.

Kekecewaan para seniman tradisi itu pun tidak bisa ditawar. Bahkan para penari yang telah bersiap sejak pukul 15.00 Wita belum sempat tampil.

Alhasil mereka memutuskan untuk turun panggung. Gong dan peralatan lainnya pun turut diangkut kembali ke desa masing-masing.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #wanita #hut #penari #viral #singaraja