SINGARAJA, BALI EXPRESS - Pagi ini, Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng turut mengunjungi Pura Pengaruman, Banjar Paketan Singaraja, Buleleng, Bali.
Mereka menyelenggarakan ritual guru piduka, sebuah permohonan maaf sesuai dengan kepercayaan Hindu.
Ritual ini diadakan karena penampilan gong legendaris Eka Wakya dari Banjar Paketan Singaraja harus dibatalkan saat HUT Kota Singaraja ke-420. Gong tersebut dianggap membawa energi spiritual atau taksu yang penting dalam pertunjukan.
Ritual guru piduka berlangsung dengan khidmat, bahkan beberapa peserta mengalami trans.
Kesedihan terpancar dari para peserta yang menjadi perantara energi gong di Kelurahan Banjar Paketan.
Koordinator sekee gong kebyar Eka Wakya, Banjar Paketan, Gede Arya Septiawan menjelaskan bahwa mengeluarkan pusaka tersebut untuk pertunjukan melibatkan serangkaian prosesi yang diatur dengan cermat.
Sejumlah gong suci turut dibawa untuk acara tersebut.
"Ada persiapan yang sangat hati-hati. Tidak ada yang dilakukan secara sembrono. Kami memulai dengan upacara pagi, latihan, dan berbagai prosesi lainnya," katanya.
"Proses ini memakan waktu. Gong suci seperti gong gantung, reong, dan bungan gangsa disimpan dengan baik di gedong simpen dan dipindahkan ke Pura Pengaruman," ujarnya.
Meskipun kecewa atas pembatalan penampilan, para anggota sekee gong Eka Wakya menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.
Dengan diadakannya ritual guru piduka di Pura Pengaruman, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang.
"Kami tentu merasa kecewa. Gong tua tersebut adalah bagian tak terpisahkan dari seni kebyar kami. Namun, kami menerima keputusan ini dengan lapang dada. Kami ikhlas," katanya.
"Dukungan dari Dinas Kebudayaan Buleleng sangat kami hargai, dan kami merasa dihormati sebagai seniman tradisional di tempat tersebut," kata Arya.
Seperti yang diketahui, Pura Pengaruman Banjar Paketan memiliki peran penting dalam dunia seni.
Ida Batara Dewa Ayu Mas Mangelo dan Ida Batara Bagus Marincing adalah tokoh spiritual dalam seni tari dan musik.
Sebelum tampil, anggota sekee gong kebyar Eka Wakya selalu melakukan ritual untuk memohon doa restu agar pertunjukan berjalan lancar. ***
Editor : I Putu Suyatra