Buntut Batalnya Gong Legendaris Tampil di HUT Singaraja, Seniman Tradisi Buleleng Kecewa, Dewan: Bukan hanya Kata Maaf
Dian Suryantini• Selasa, 2 April 2024 | 04:22 WIB
Anggota DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya
SINGARAJA, BALI EXPRESS - Dua anggota DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya dan Kadek Turkini, menyuarakan keprihatinan mereka atas kejadian yang dialami seniman gong legendaris Buleleng pada HUT Kota Singaraja ke-420.
Mereka mendesak Pemkab Buleleng memberikan ruang khusus bagi seniman tradisional untuk tampil.
Meskipun menghargai klarifikasi Pemkab, Arya dan Turkini menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi penampilan seniman tradisional di panggung.
Mereka menyoroti kompleksitas persiapan dan kebutuhan ruang yang sesuai untuk menampilkan karya mereka secara maksimal.
"Bukan hanya kata maaf, tapi minimal tampilkan mereka secara terbuka di even terdekat. Ini bukan masalah uang, tapi masalah penampilannya," kata Arya, Senin (1/4).
Arya menambahkan, kejadian ini menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap kesenian tradisional di Buleleng.
Dia mengusulkan pembuatan panggung khusus untuk seni tradisional, meminimalkan kemungkinan kejadian serupa terulang.
"Buleleng harus berbenah. Buatkan pasraman khusus untuk pelestarian budaya. Untuk fenomena kemarin supaya tidak terjadi lagi," kata dia.
Turkini pun menekankan perlunya memahami persiapan panjang yang dilakukan seniman sebelum tampil.
Dia mengusulkan panggung yang sesuai dengan tingkat kesulitan dan kerumitan seni tradisional, demi menghargai jerih payah dan dedikasi seniman.
"Panggung untuk seni tradisional dan modern itu jauh berbeda. Jadi tolong ke depannya dipertimbangkan lagi. Bahkan harus dibuatkan yang khusus. Mereka luar biasa," ujarnya.
Kejadian ini disaksikan langsung Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna.
Ia pun tak dapat berbuat banyak dan hanya bisa menenangkan anggota sekaa.
"Ini pelajaran untuk kita semua. Ini jangan diperpanjang lagi, toh juga sudah diklarifikasi. Ke depan agar benar-benar direncanakan dengan baik agar tidak terjadi lagi," tutupnya.
DATA DAN FAKTA HUT SINGARAJA YANG HEBOH
Kejadian: Kekecewaan seniman gong legendaris Buleleng di HUT Kota Singaraja
Tuntutan: Ruang khusus bagi seniman tradisional di panggung
Alasan:
Kompleksitas persiapan dan penampilan seni tradisional