Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Anita Sovia Veronia: Sosok Penari Cantik Gong Kebyar Legendaris Jagaraga yang Viral Gegara Batal Pentas

Dian Suryantini • Selasa, 2 April 2024 | 17:10 WIB
PENARI: Ni Putu Anita Sovia Veronia, penari Teruna Jaya yang viral gegara batal pentas pada malam puncak HUT Kota Singaraja.
PENARI: Ni Putu Anita Sovia Veronia, penari Teruna Jaya yang viral gegara batal pentas pada malam puncak HUT Kota Singaraja.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Ni Putu Anita Sovia Veronia, adalah salah satu sosok penari yang viral saat gong kebyar legendaris Jagaraga batal pentas saat Hut Kota Singaraja. 

Anita Sovia Veronia adalah seorang penari yang lahir dan dibesarkan di Jagaraga,  Kecamatan Sawan, Buleleng. Ia tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan budaya dan seni.

Sejak usia muda bakatnya dalam tari sudah tampak gemilang. Dengan dedikasi yang tak kenal lelah, ia terus mengasah talentanya hingga didaulat tampil pada HUT Kota Singaraja.

Tari Teruna Jaya sebuah tarian yang paling disukainya, lantaran memukau dan mempesona, serta menuntut kekuatan fisik, kelincahan, dan ekspresi yang mendalam.

Anita tidak hanya menguasai gerakan-gerakan yang rumit dan elegan, tetapi juga mampu menyampaikan emosi melalui setiap gerakan tubuhnya.

Ia menghadirkan kisah-kisah dalam tarian tersebut dengan begitu memukau, sehingga membuat penonton terhipnotis dan terbawa dalam aliran emosi yang ditampilkan.

Gadis berusia 24 tahun itu telah lama menari dari panggung ke panggung.

Anita Sovia Verinoa yang akrab disapa Nita itu telah menjadi duta seni Bali yang membanggakan, menyebarkan pesona dan keindahan seni tari tradisional Bali.

Nita pernah didaulat menjadi Puteri Tari Indonesia Lingkungan 2021 dan Puteri Tari Provinsi Bali 2021.

Meskipun telah meraih kesuksesan yang besar, Nita tetap rendah hati dan berkomitmen untuk terus mengembangkan seni tari Bali.

Dia juga aktif dalam memberikan pelatihan kepada generasi muda, agar warisan budaya Bali tetap hidup dan terus berkembang.

Nita bukan hanya seorang penari cantik yang mempesona, tetapi juga merupakan simbol kebanggaan bagi masyarakat Jagaraga dan Bali secara keseluruhan.

Dengan bakat dan dedikasinya, ia terus mengukir prestasi dan menginspirasi banyak orang untuk mencintai dan melestarikan seni tari Bali.

Belum lama ini Nita bergabung dengan Sekee Gong Legendaris Jaya Kusuma Jagaraga.

Kehadiran Nita serta penari muda lainnya dalam sekee itu memberi nuansa baru serta semangat baru.

Keenerjikan dan kekuatan anak muda dengan anggota yang sepuh dalam sekee menyatu, memunculkan energi baru.

Sekee Gong Kebyar Legendaris Jaya Kusuma Jagaraga kini kembali bangkit setelah lama vakum.

Mereka akan pentas pada pagelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) pada Juli 2024 mendatang. Proses latihan pun telah dilakukan.

Sebelum pentas ke PKB, Sekee Gong Legendaris Jaya Kusuma Jagaraga diundang tampil pada puncak acara HUT ke-420 Kota Singaraja, Sabtu (30/3) lalu.

Tentu saja ajang itu sangat dinanti anggota sekee sebagai salah satu ajang simulasi sebelum berangkat ke PKB nanti.

Namun kenyataan pahit mesti ditelan. Para penari termasuk Nita, yang telah bersiap pentas batal tampil.

Padahal seluruh persiapan telah usai dilakukan sejak pukul 15.00 Wita. Sontak hal itu memicu kekecewaan dan kemarahan dari para penari.

“Padahal sudah terus dikejar disuruh cepat-cepat persiapannya supaya pentas tidak molor karena waktunya terbatas. Saya belum dapat tampil sama sekali,” ujarnya.

Diakui, bukan hanya Nita yang kecewa dan marah, seluruh penari dan penabuh merasakan hal yang sama.

Namun, yang paling disoroti adalah Nita, lantaran komentarnya mengenai penampilan sekee gong kebyar yang batal tampil viral.

Videonya beredar luas dan telah dibagikan oleh banyak akun media sosial. Dalam video itu, Nita berkomentar dengan Bahasa Bali khas Buleleng.

“Naskeleng amah be geden-gedengang Nani  panitiane NE. Viralang kone HUT Kota Singaraja sing karuan ntek. Anak band barungange guys. Sing gong mebarung. Mani-mani orain panitiane be, amen ngae acara jeg band deretang 5 hari, de ngedengang gong a, b, c, d.”

(Bang***t makan sudah itu. Viralkan, HUT Kota Singaraja tidak karuan. Yang dilakukan parade band, bukan parade gong. Besok-besok kalau buat acara silahkan band saja tampilkan 5 hari. Jangan menampilkan gong a, b, c, d).

Atas komentarnya itu Nita mengaku emosi dan marah saat itu. Ia tidak dapat mengontrol emosinya.

Sumpah serapah juga dilontarkan oleh seniman lainnya, hanya saja tidak seviral dirinya.

 

 

Editor : Nyoman Suarna
#batal #Jagaraga #gong kebyar #penari #viral #legendaris #Anita Sovia Veronia #pentas