SINGARAJA, BALI EXPRESS - Tak hanya penari Teruna Jaya, Ni Putu Anita Sovia Veronia saja yang kecewa, seluruh anggota Sekee Gong Kebyar Legendaris Jaya Kusuma, Jagaraga, juga mengungkap kekecewaan para seniman.
“Kalau boleh teriak, kami akan teriak. Kalau tidak ditahan dan diredam, kami pasti ngamuk. Karena kami sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari bahkan berbulan-bulan,” ujar para anggota sekee.
“Kalau bisa nangis, kami pasti menangis semua, saking marahnya, karena kehilangan kesempatan untuk tampil,” lanjutnya.
Ketika peristiwa itu terjadi ia dan kru lainnya berupaya untuk meredam emosi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Terkait viralnya video Nita dan ungkapan kekecewaan para anggota sekee, Klian Sekee Sekee Gong Kebyar Legendaris Jaya Kusuma, Jagaraga, Ketut Susila berharap peristiwa itu menjadi yang pertama dan terakhir.
Kelalaian dan kekeliruan yang terjadi, katanya, dapat dijadikan pembelajaran untuk pementasan seni tradisional selanjutnya.
Ia juga menghormati tindakan yang dilakukan Dinas Kebudayaan Buleleng yang telah datang ke Desa Jagaraga untuk melakukan Guru Piduka.
“Ini sebagai pembelajaran bagi kita semua. Pemkab sudah memberikan kesempatan untuk kami, jadi untuk ke depan biar bisa diatur dengan baik,” ucapnya.
“Saya berterima kasih sudah datang untuk melakukan guru piduka,” tutupnya.
Seperti diketahui, video Ni Putu Anita Sovia Veronia, penari Teruna Jaya dari Sekee Gong Legendaris Jaya Kusuma Jagaraga, Buleleng viral di media sosial.
Hal itu terjadi gegara Anita Sovia Veronia bersama sekee Gong Legendaris Jaya Kusuma Jagaraga, Buleleng batal pentas saat HUT Kota Singaraja.
Video tersebut telah dibagikan oleh banyak akun media sosial. Dalam video itu, Nita berkomentar dengan Bahasa Bali khas Buleleng. (*)
Editor : Nyoman Suarna