SINGARAJA, BALI EXPRESS – Setelah klarifikasi yang dilakukan Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana terkait insiden batalnya penampilan Gong Kebyar Legendaris Jagaraga dan Gong Kebyar Legendaris Eka Wakya Banjar Paketan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng kembali mengeluarkan pernyataan resmi.
Terdapat 4 pion dalam pernyataan resmi yang diunggah dalam akun panitia HUT ke-420 Kota Singaraja @bulelengberbangga.
Pernyataan dalam unggahan itu ditulis dengan huruf kapital. Berikut isinya:
Baca Juga: Rilis Lagu Saat Namanya Naik Daun, Karis Tepis Tuduhan Aji Mumpung
PERNYATAAN RESMI РЕМКАВ BULELENG
1. PEMKAB BULELENG BERKOMITMEN SEMENJAK KEGIATAN HUT KOTA SINGARAJA TAHUN LALU UNTUK MEMBERIKAN RUANG KEPADA KESENIAN LOKAL BULELENG PADA EVENT YANG DIGELAR PEMERINTAH AGAR LEBIH MEMOTIVASI UNTUK TAMPIL DAN DIKENAL OLEH MASYARAKAT UMUM. KHUSUS UNTUK KESENIAN LOKAL YANG AKAN TAMPIL MEWAKILI PEMKAB BULELENG DALAM EVENT PKB 2024, SESUAI AGENDA YANG TELAH DI SUSUN AKAN DIBERIKAN RUANG KEMBALI PADA KEGIATAN PKB 2024 DEN BUKIT YANG DIRANCANG SEBELUM MENGIKUTI PKB DI ART CENTRE.
Baca Juga: Terjun ke Dunia Musik, Ini yang Membuat Karis Yakin Suaranya “Menjual” Di Pasaran
- РЕМКАВ BULELENG MEMINTA MAAF ATAS KEJADIAN YANG MELIBATKAN KESENIAN LOKAL SEKAA GONG LEGENDARIS EKA WAKYA BANJAR PAKETAN DAN SEKAA GONG LEGENDARIS JAYA KUSUMA DESA JAGARAGA PADA SAAT PENUTUPAN HUT KOTA SINGARAJA KE 420 YANG MENGAKIBATKAN KEDUA SEKAA GONG DIMAKSUD MENGUNDUKAN DIRI PADA JADWAL KEDUA UNTUK TAMPIL PADA PANGGUNG SEMARAK BULELENG BERBANGGA. KOMUNIKASI DAN KOORDINASI SUDAH DILAKUKAN PARA PIHAK DAN HASILNYA DAPAT DITERIMA DAN DISELESAIKAN DENGAN KEKELUARGAAN
Baca Juga: LALAI! Pengopenan Kayu Terbakar: Kasat POLPP Jembrana Ingatkan Ini
- РЕМКАB BULELENG JUGA MEMINTA MAAF KEPADA SELURUH PIHAK BAIK PELAKU KESENIAN TRADISIONAL ATAU MUSISI LOKAL DAN NASIONAL YANG TERKENA IMBAS PERMASALAHAN YANG TERJADI PADA SAAT PENYELENGGARAAN HUT KOTA SINGARAJA KE-420
4 TERIMAKASIH ATAS SARAN DAN MASUKAN DARI MASYARAKAT, UNTUK KEMUDIAN SEBAGAI BAHAN EVALUASI DI KEGIATAN MENDATANG.
Pernyataan yang diunggah juga turut dibagikan oleh beberapa akun media sosial. Baik akun komunitas maupun perorangan.
Di sisi lain, Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengatakan, kesenian gong legendaris ini tidak dibatalkan.
Sebelumnya sudah tampil namun hanya diselingi oleh band dan penampilan fashion show. Untuk itu, akan dievaluasi kembali karena gong legendaris ini memiliki taksu tersendiri dan tidak bisa diselingi dengan kesenian modern.
Pemerintah Kabupaten Buleleng pun akan kembali memberikan ruang tampil kepada pelaku seni khususnya yang akan tampil di acara Pesta Kesenian Bali (PKB) mendatang untuk unjuk gigi di hadapan masyarakat Buleleng yang rencananya akan diselenggarakan di Taman Bung Karno.
“Pra PKB kami akan pentaskan dulu di sini. Itu artinya komitmen pemerintah tidak akan pernah surut untuk memberikan ruang dan prioritas terhadap pelaku seni,” ujarnya
“Kita harus bangga bahwa di Buleleng sangat banyak memiliki maestro seni orang Buleleng. Mungkin pengaturannya akan kami evaluasi kembali,” ungkapnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna