BALI EXPRESS-Membludaknya pemedek yang Nagkil ke Pura Besakih, Bali serangkaian Ida Bhatara Turun Kabeh membuat situasi di area pura krodit.
Terlihat dalam video yang beredar sejumlah pemedek yang akan menuju ke masing-masing pedharman dan Penataran Agung mengantre cukup panjang untuk mendapatkan giliran sembahyang.
Baca Juga: Keluar Lewat Pintu ‘Ngeranjing”, Pemedek Ini Bikin Emosi Pemedek Lain di Pura Besakih
Bahkan beberapa pemedek terlihat nekat memanjat tembok penyengker untuk dapat masuk ke dalam pedharman di Pura Besakih.
Dalam video yang dibagikan oleh akun Bali Media News, terlihat seorang bapak-bapak tak sabar dibarisan antrean sehingga mengambil jalur instan dengan memanjat tembok penyengker pura.
Tidak diketahui dengan pasti di pedharman apa aksi itu terjadi.
“Kene sajan ngalih Ida Betara, yen sing demen ngantre mulih gen pak jumah pules,”tulis keterangan dalam video tersebut dikutip pada Senin (08/04).
Sontak aksi itu pun menjadi perhatian pemedek lain yang masih sabar mengantre untuk bisa masuk ke dalam pura.
Sementara itu, aksi yang sama juga dilakukan oleh sejumlah ibu-ibu yang tak sabar mengantre untuk ke luar dari pedharman seusai melakukan sembah bakti.
Dalam video yang dibagikan oleh akun Punapibali, terlihat sejumlah ibu mengambil jalan pintas agar terhindar dari antre dengan melompat melalui jalan yang tak seharusnya dilalui pemedek.
Aksi tersebut sontak mengundang berbagai kritik warganet yang meminta agar setiap pemedek yang tangkil ke Pura Besakih bisa memberi contoh yang baik.
“Lucu sih, tapi ngenahne campah, nunggu umat Hindu meniru adegan tersebut,” sindir warganet.
“Kalau ga siap jaga emosi, gak bisa sabaran, ngopak-ngopak medesekan, mending gak usah nangkil dulu sih. Sembahyang di rumah ajalah buk,” tulis komentar warganet.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3, ASDP Terapkan Pola Sangat Padat
“Imih, kok sampai segininya orang nangkil? Makanya kalau mau nangkil luangkan waktu seluang-luangnya supaya tidak sampai begini. Orang mau sembahyang itu adalah sekaligus menahan kesabaran dan emosi, kalau begini apa jadinya?” komentar warganet.
Editor : Wiwin Meliana