Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

LUAR BIASA! Tiga Pemedek asal Gianyar Tangkil ke Pura Agung Besakih dengan Berjalan Kaki

I Wayan Ananda Mustika Putra • Selasa, 9 April 2024 | 02:30 WIB
LUAR BIASA : Aksi tiga orang pemedek asal Kabupaten Gianyar yang berjalan kaki tangkil ke Pura Agung Besakih Jumat (5/4).
LUAR BIASA : Aksi tiga orang pemedek asal Kabupaten Gianyar yang berjalan kaki tangkil ke Pura Agung Besakih Jumat (5/4).

 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Tiga pemedek asal Kabupaten Gianyar melakukan aksi jalan kaki tangkil ke pura agung Besakih mereka menempuh jarak 42 kilometer dari Banjar Tengkulak, Desa Kemenuh, Hingga Pura Agung Besakih di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

Frananda Agastya, 41, menceritakan aksi jalan kakinya nangkil ke Pura Besakih bersama 2 rekannya.

Dirinya dan kedua temannya tersebut merupakan pendaki asal Kecamatan Sukawati yang menempuh jarak 42 kilometer selama 11 jam jalan kaki dari Banjar Tengkulak Desa Kemenuh sampai Pura Agung Besakih.

Trio pendaki ini nangkil pada Jumat (5/4). Memulai langkah pertama pada Pukul 05.00 WITA sampai Finish pada Pukul 16.00 WITA. Menghindari polusi, trio pendaki ini memilih jalur shortcut. Menjelajah hutan, semak belukar, sawah, bukit, sungai dan jalan raya. “Perjalanan ini kita lalui demi mencapai tujuan,” ungkapnya.

Frananda yang akrab disapa Yande, merupakan seorang teknisi asal Banjar Peninjoan, Desa Batuan. Yande biasa mendaki gunung sejak di bangku SMA. Hingga saat ini, tercatat 78 pendakian telah dilakukan.

Aksi jalan kaki nangkil ke Pura Besakih itu dilakukan untuk memotivasi masyarakat, khususnya umat Hindu di Bali yang berbondong-bondong tangkil ke Besakih. Bagi Yande dkk, niat yang tulus pasti mencapai tujuan yang diinginkan. Dirinya juga mengaku lebih termotivasi lagi ketika melihat beberapa keluhan umat saat nangkil ke Besakih. Terutama ketika jalan kaki dari area Parkir menuju Pura Agung Besakih.

 

“Sebenarnya itu dekat, jalan kaki gak sampai 5 menit rasanya,” ungkapnya.

Yande dkk pun merasa bersyukur aksi jalan kaki ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sesekali dalam perjalanan, bilamana lelah Yande dkk hanya istirahat 5 menit saja.

 

“Persiapan khusus tidak ada, Cuma bawa pakaian sembahyang dan banten. Kendala Cuma kadang sinyal GPS hilang saat kita memilih lewat shortcut. Tapi astungkara ketemu jalan raya,” ungkapnya tertawa.(*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #kaki #Berjalan #gianyar #pemedek #Pura Agung Besakih #Jarak