BALI EXPRESS- Seorang pemilik kos-kosan di Bali dibuat kaget dengan ulah aneh salah satu penghuni kos.
Kekagetan pemilik kos dikarenakan kamar penghuni kos ditemukan sangat jorok.
Kamar tersebut dipenuhi dengan sampah-sampah bertumpuk yang didominasi oleh sampah plastik dan juga botol-botol bekas minuman.
Baca Juga: UNIK! Pejalan Kaki di Kanada Disediakan Batu Bata saat Menyebrang Jalan
Terlihat dalam video yang dibagikan oleh akun Arni via Infobadung, setiap sudut kamar tersebut dipenuhi dengan bungkusan kresek yang berisi sampah-sampah plastik.
Bahkan diduga penghuni kos hidup nyaman dengan tumpukan sampah yang berada di lantai bahkan di atas kasurnya.
“Mimih Dewa Ratu adi ngidaang hidup kene (Ya Tuhan kok bisa hidup seperti ini)” ujar si perekam yang merupakan tuan rumah dikutip pada video Jumat (12/04).
Dalam video tersebut, sebagai tua rumah sudah sempat memperingati penghuni kos agar membuang sampahnya.
Sampah itu dapat diangkut oleh tukang angkut sampah karena si pemilik kos sudah membayar uang sampah.
“Be sai orain be bang peringatan sampahe nak be mayah jang di sisi,” ujarnya.
Unggahan video tersebut pun banyak menuai beragam komentar warganet.
Warganet menduga jika penghuni kos tersebut menderita penyakit “Hoarding Disorder”.
“Hoarding Disorder itu, jadi di aitu mengalami gangguan mental yang dia kira barang-barang itu akan bisa digunakan kembali untuk keperluan hidupnya di masa depan,” komentar warganet.
“Tapi yang ini hoardingnya rapi banget ditata ya, mungkin lebih ke pengepul sih semeton,” canda warganet.
Baca Juga: 31 Ribu Wisatawan Kunjungi DTW Tanah Lot Bali Selama Libur Lebaran 2024
Untuk diketahui “Hoarding Disorder” adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang membuat penderita gemar mengumpulkan atau menimbun barang-barang, bahkan yang tidak berguna sekalipun. Akibatnya, barang-barang tersebut akan menumpuk di tempat yang ditinggalinya sehingga menyebabkan masalah kesehatan bagi penderita serta orang lain yang tinggal bersamanya. Perilaku tersebut dilakukan karena karena menganggap barang itu akan berguna di kemudian hari, mengingatkan pada suatu peristiwa, atau merasa aman ketika dikelilingi benda-benda tersebut.
Editor : Wiwin Meliana