JEMBRANA, BALI EXPRESS - Meskipun diprediksi sebagai puncak arus balik Lebaran, jumlah pemudik yang kembali ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk pada H+3 Lebaran masih landai dan terkendali.
Data dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk mencatat sebanyak 54.804 orang masuk Bali dengan 9.340 unit sepeda motor dan 5.790 unit mobil pribadi.
Menurut General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Syamsudin, antrean pemudik untuk masuk kapal hanya memakan waktu 20 menit setelah pembelian tiket.
Hal ini menunjukkan situasi masih terkendali. Namun, ia memperkirakan lonjakan arus balik mungkin terjadi pada sore hari nanti.
“Kami perkirakan lonjakan arus balik terjadi sore nanti, karena masih banyak pemudik yang belum balik ke Bali,” ujarnya.
Di sisi lain Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Pelabuhan Kelas I Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha menyatakan bahwa aktivitas pelayaran di Selat Bali masih tergolong terkendali karena masih landai.
Sebanyak 31 kapal disiapkan dengan 8 trip untuk mengantisipasi lonjakan.
Sementara kapal perbantuan dengan kapasitas jumbo juga dioperasikan untuk mengurai kepadatan di Dermaga MB IV Pelabuhan Gilimanuk.
“Masih landai, kapal perbantuan kapasitas jumbo tetap dioperasikan,” terangnya.
Meskipun demikian, aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk pada Senin (15/4) siang terpantau landai tanpa antrean panjang baik untuk arus keluar maupun masuk Bali.
Cuaca yang cerah juga diharapkan dapat memastikan keselamatan pemudik sampai tujuan.
Namun harus tetap waspada karena cuaca juga kerap berubah sewaktu-sewaktu, di samping lonjakan arus balik pemudik yang tidak bisa diprediksi lantaran masih dalam suasana hari Lebaran. (*)
Editor : Nyoman Suarna