BALI EXPRESS- Beredarnya sebuah video yang memperlihatkan oknum yang diduga Jero Mangku ngibing Joged Jaruh membuat masyarakat miris.
Terkait hal itu Ketua PHDI Provinsi Bali Nyoman Kenak akhirnya angkat bicara.
Baca Juga: BIKIN SALFOK! Calonarang Gunakan Watangan Gadis Belia nan Cantik, Begini Kata Warganet
Nyoman Kenak menyebut sedang menelusuri asal usul konten viral tersebut.
Menurutnya ada kejanggalan, karena dalam video singkat itu pementasan Joged berlangsung di pura.
"Kami sedang cari tahu kebenaran konten ini. Tapi, tentunya tidak ada alasan membenarkan aksi oknum Jero Mangku itu. Tidak mendidik," ungkapnya Sabtu 20 April 2024 di Denpasar.
Lebih lanjut, Kenak mengajak masyarakat dan kepala adat di wilayah setempat untuk menjadi fungsi kontrol dalam penyelesaian fenomena tersebut.
Baca Juga: Jauh dari Kesan “Jaruh” Penari Joged Bumbung dan Pengibing Ini Banjir Pujian Warganet
Menurut Kenak, fenomena ini menjadi perhatian bersama agar tidak lagi terjadi.
Masyarakat menurutnya memiliki peran strategis mencegah peristiwa-peristiwa yang bisa menciderai budaya Hindu di Bali.
"Masyarakat apabila melihat peristiwa semacam ini, sebaiknya saling memberi edukasi. Termasuk kepada pihak yang merekam dan menyebarluaskan, dampaknya juga harus dipikirkan lebih dahulu," terangnya.
Menurut Kenak, fenomena mengejutkan akan selalu mewarnai keseharian masyarakat seiring dengan kemajuan teknologi dan mudahnya mengakses informasi.
Hal ini harus disadari bersama, sehingga ia mengajak semua pihak untuk ikut menjaga citra Bali yang berbudaya.
Baca Juga: BIKIN TAKJUB! Pembangunan Pura Megah di Kota Slupsk Polandia Gunakan Tukang Bali
Soal keberadaan Joged porno sendiri, kata Kenak, hingga saat ini belum sepenuhnya bisa dihilangkan.
Hal ini karena permintaan masyarakat terhadap Joged dengan gerakan panas itu tetap tinggi.
Editor : Wiwin Meliana