KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – RSUD Klungkung harus menambah kapasitas ruangan untuk bisa melayani pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang melonjak belakangan ini.
Yang lebih mengerikan, Direktur RSU Klungkung dr. I Nengah Winata menyebut kasus DBD di Klungkung tahun ini masuk kategori dahsyat.
Menurutnya, dr. Winata mengungkapkan bahwa kasus DBD tidak mengenal status kaya dan miskin. Sehingga menyerang banyak orang apalagi yang lingkungannya tidak bersih. “Dan tahun ini masuk kategori dahsyat,” tegasnya.
Adapun jumlah pasien DBD yang dirawat di RSUD Klungkung dalam rentang Januari-April terus meningkat tajam. Pada bulan Januari pasien yang dirawat di RSUD Klungkung tercatat sebanyak 61 orang. Kemudian di Februari pasien DBD yang dirawat sebanyak 91 pasien.
Lalu pada bulan Maret kembali melonjak, tercatat sebanyak 127 pasien. Dan April menjelang tutup bulan pasien DBD yang dirawat sebanyak 156 orang.
Dari angka tersebut yang masih dirawat sebanyak 31 orang. Dimana sebagian besar merupakan pasien anak-anak. Dan yang lebih menyedihkan, dalam rentang Januari-April ada 3 pasien DBD yang meninggal dunia.
Ia pun menyebutkan misalnya Bangsal Bakas, dari 30 tempat tidur plus 3 tempat tidur cadangan semua terisi pasien dan sebagian besar adalah pasien DBD.
“Kalau tahun lalu pasien DBD tidak begitu banyak. Tahun ini yang dahsyat, saya tidak tahu apa ini masuk siklus tahunan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Klungkung drg. Gusti Ayu Ratna Dwijayanti mengaku pihaknya terus melakukan upaya-upaya menekan munculnya kasus DBD seperti melakukan fogging, membagikan serbuk abate.
“Petugas kami hampir setiap hari turun melakukan fogging. Abate sudah kami bagikan ke masing-masing desa. Kami juga sudah koordinasi dengan pihak desa agar ikut membantu gerakan 3 M. Sekarang kembali berpulang pada partisipasi masyarakat,” bebernya.
Pihaknya pun mengingatkan masyarakat pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan dan rutin melakukan gerakan 3M (menguras, menutup, mengubur). Menurutnya dengan rutin melakukan gerakan 3M merupakan cara ampuh untuk menekan angka penyebaran DBD.
“Saya ingatkan kembali mari bersama-sama peduli terhadap kebersihan lingkungan,lakukan 3M secara rutin,jika dibutuhkan abate bisa minta kepada petugas kami di puskesmas,” tandasnya. (*)