BALI EXPRESS- Viralnya kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah kandung terhadap anaknya yang berusia 7 tahun di Buleleng menarik perhatian warganet.
Ini bermula usai beredarnya rekaman suara sang bocah yang menceritakan kejadian kelam yang merenggut masa depannya itu.
Menaggapi hal tersebut, akun Facebook Joni Aryawan Dematre yang mengaku sebagai ayah kandung korban memberikan klarfikasi.
Baca Juga: Ayah Kandung Diduga Perkosa Anak di Buleleng Serang Balik Istri; Sebut Dugaan Penelantaran Anak
Dalam postingannya, akun tersebut semua cerita dan tuduhan yang dilayangkan kepadanya adalah fitnah.
Dengan panjang lebar, akun tersebut memberi pembelaan dan justru balik menyerang sang istri dengan menyebut bahwa sang istrilah yang menelantarkan kedua anak mereka.
Meski telah memberikan klarifikasi namun warganet tak percaya begitu saja.
Bahkan warganet balik mengecam aksi akun yang mengaku ayah kandung bocah yang diduga diperkosa itu.
Baca Juga: Beri Klarifikasi; Ayah Kandung Diduga Perkosa Anak di Buleleng Sebut Dirinya Difitnah
Warganet mengaku lebih percaya dengan cerita sang anak, bahkan Sebagian warganet mengaku agar terduga pelaku membuktikan semuanya dalam sidang.
“Lebih percaya dengan keterangan anaknya sih, ga mungkin anak kecil boong seperti itu,” komentar warganet.
“Buktikan saja nanti disidang pak, orang intelektual tidak membuat klarifikasi di sosmed karena ada hukum yang berlaku di negara ini. Kalau memang tidak terbukti bersalah buktikan dan bersihkan nama baik untuk politik 5 tahun lagi,” komentar warganet.
“Ngae cerpen pak dini, Kaden pak ade nak percaya? Semakin lantang pak ngae cerpen, semakin ngenah pak bingung ngarang cerita. Engken sing gagal, kene bikas pak e,” komentar warganet.
Hingga kini, unggahan tersebut telah mendapat 113 komentar dan 23 kali dibagikan.
Baca Juga: Terkuak Alasan Bule Australia Lakukan Penganiayaan Sopir Taksi di Kuta Bali
Sebelumnya, akun Facebook Joni Aryawan Dematre, seorang pria mengaku bahwa tuduhan pemerkosaan yang dilayangkan kepadanya adalah fitnah.
Dalam klarifikasinya pada Jumat (26/04) akun Joni Aryawan DeMatre menyebut bahwa tuduhan pemerkosaan terhadap putrinya adalah cerita bohong yang dibuat oleh istrinya karena sakit hati karena capres pilihan sang istri kalah pada Pemilu 2024 lalu.
“Sejak selesai pileg dan pilpres 2024 Prabowo menang, kamu yang dukung Ganjar kalah, ashram HK ditutup dan malah stress dan sakit hati dan saya dijebak tidak ada bukti,” tulis akun yang diduga milik ayah kandung korban dikutip pada Sabtu (27/04).
Lebih lanjut, akun tersebut juga mengatakan bahwa laporan yang dibuat sang istri tidak dilengkapi dengan bukti.
“Kita buktikan di pengadilan buktikan dengan data. Saya pikir kamu stress ingin fitnah, ingin menghancurkan karier politik saya dengan penyebar berita bohong ke mana-mana,” tulisnya.
Editor : Wiwin Meliana