Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Soroti soal Busana Adat saat ke Pura, Ini Pesan Salon Agung untuk Wanita Bali

I Putu Mardika • Senin, 29 April 2024 | 02:21 WIB
Ayu Agung saat memberikan pelatihan kepada peserta Beauty Class 2024 di Aula Kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja pada Sabtu (28/4) siang.
Ayu Agung saat memberikan pelatihan kepada peserta Beauty Class 2024 di Aula Kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja pada Sabtu (28/4) siang.

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Wanita bali diminta mempertahankan adat dan budayanya melalui tata busana dan tata rias.

Upaya ini dilakukan agar Wanita Bali tidak kehilangan identitas dalam hal berbusana, khususnya saat memasuki tempat suci.

Ini disampaikan Owner LKP Salon Agung, Anak Agung Ayu Ketut Agung saat memberikan pelatihan Beauty Class 2024 di Gedung Aula Kampus Menjangan STAHN Mpu Kuturan Singaraja, pada Sabtu (27/4).

Acara yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Kelas B Semester 4 Prodi Ilmu Komunikasi ini merupakan luaran mata kuliah Event Organizer. Seluruh peserta juga diberikan pelatihan dalam tata rias dan menggunakan busana yang benar.

Praktisi Tata Rias ini meminta agar generasi muda menggunakan produk kecantikan lokal Indonesia dalam melakukan tata rias wajah. Selain itu, generasi muda diminta ikut aktif dalam menyebarkan informasi tata cara berbusana adat yang benar saat menghadiri acara keagamaan.

"Kita memiliki banyak produk lokal berkualitas yang patut diapresiasi. Kalian menginformasikan kepada masyarakat agar menggunakan busana adat dengan benar saat mengunjungi pura. Terlebih lagi, bagi para perempuan, rambut jangan digerai harus di pusung sesaui jenjang usia seperti ini," terangnya.

Salah seorang peserta, Putri Ayuni (19), mengaku mendapat banyak ilmu saat mengikuti kegiatan Beauty Class ini. Menurutnya, pelatihan semacam ini dapat memberikan edukasi tentang tata rias yang baik dan benar.

“Saya merasa mendapatkan banyak ilmu tentang dunia makeup, termasuk teknik membersihkan wajah dengan benar dan merias wajah natural look untuk ke kampus. Saya berharap Beauty Class ini dapat diadakan setiap tahunnya karena sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam membangun generasi masa depan dan melestarikan budaya Bali,” ungkapnya. 

Apresiasi juga datang dari Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu, I Komang Agus Widiantara. Menurutnya, kegiatan pelatihan Beauty Class 2024 ini dapat mengedukasi generasi sekarang dalam berbusana adat.

“Beauty Class ini tidak hanya memberikan pemahaman teknis tentang tata rias, tetapi juga penting untuk memperkenalkan dan membicarakan tentang busana adat Bali yang sesuai dengan tradisinya, sebagai upaya edukasi bagi generasi sekarang, terutama generasi Z yang melihat perubahan besar dalam busana adat Bali di era modern ini,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Raini Mahesa menyatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat kemandirian perempuan di era modern, terutama dalam Bulan peringatan Kartini.

"Saat ini masih bulan Kartini, jadi ini merupakan salah satu cara untuk lebih meningkatkan emansipasi perempuan di era modern saat ini. Hal ini sangat penting karena sebagai perempuan, kita terus menghadapi tekanan untuk selalu tampil sempurna,” singkatnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #WANITA BALI #tata busana #adat #budaya #tata rias #STAHN Mpu Kuturan #buleleng