JEMBRANA, BALI EXPRESS - Insiden yang mengejutkan terjadi di Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Seekor anjing gila mengamuk dan menyerang delapan warga. Anjing yang diduga rabies itu menggigit korban pada area berisiko tinggi seperti jari-jari tangan, kaki, dan kepala.
Dari informasi yang diperoleh oleh Bali Express (Jawa Pos Group), anjing dengan ciri-ciri warna hitam dan putih yang berjenis kelamin betina itu pertama kali mengamuk pada Jumat (26/4) sore di Banjar Melaya Pantai. Saat itu, anjing berhasil menggigit satu orang warga.
Selanjutnya masih dibari yang sama, anjing itu kabur ke Banjar Pangkung Dedari dan disana menyerang empat warga lainnya. Tidak berhenti sampai disitu, serangan ajing yang sama kembali terjadi pada Sabtu (27/4) pagi. Anjing itu kembali menggigit tiga warga di Banjar Pangkung Tanah.
Salah satu korban, Ni Wayan Budiarni, mengaku jika dirinya diserang dan digigit sekitar pukul 7.00 Wita. Mirisnya lagi, Budiarni harus mendapatkan 24 jahitan di bagian wajahnya akibat serangan anjing yang diduga rabies itu. "Awalnya, tadi pagi anjing saya menggonggong, saya kira ada maling. Ketika saya buka pintu tiba-tiba ada anjing yang langsung menggigit di bagian wajah. Saya lari ke kamar mandi namun dikejar dan digigit lagi di bagian kaki,” terangnya.
Korban lainnya, I Ketut Ningga,60 yang berasal dari Banjar Pangkung Dedari, juga diserang anjing yang sama dan menerima 11 jahitan di bagian wajah. Ningga menjelaskan bahwa serangan terjadi ketika ia mendengar suara anjing berkelahi di luar rumah. "Ketika melihat keluar, langsung anjing itu menyerang kepala saya," terangnya.
Sementara itu, pihak Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana Drh. I GNB Rai Mulyawan menyebutkan bahwa mereka telah menerima laporan tentang serangan anjing yang diduga rabies di Kecamatan Melaya. Mulyawan menjelaskan bahwa timnya segera bertindak dengan mendatangi seluruh korban untuk memastikan mereka mendapat penanganan medis yang diperlukan.
"Kami melakukan tindakan dengan mendatangi seluruh korban untuk memastikan bahwa sudah mendapatkan penanganan. Sementara ada sebanyak 8 korban gigitan anjing suspek rabies di tiga tempat kejadian perkara (TKP) yang ada di Desa Melaya ini," terangnya.
Kedelapan korban gigitan anjing gila yakni Juhita, 66 asal Banjar Melaya Pantai, Kd Restu Rahayu,57, Km Tri Vira Ayunika,27, Kt Ningga,59 dan Sulhamnudin,28 asal Banjar Pangkung Dedari, Ni Kt Sunartu,45, Ni Wy Budiarni,51 dan Ni Km Ayu Bayatri,2 asal Banjar Pangkung Tanah Kangin.
Berdasarkan keterangan dari para korban, lanjut Mulyawan, ciri-ciri anjing yang menggigit di tiga lokasi berbeda ini sama persis yakni anjing betina berwarna hitam dan putih dengan tanda-tanda menyusui.
“Saat ini, tim medis dan pihak terkait terus melakukan penyisiran untuk memastikan anjing tersebut agar tidak menimbulkan ancaman lebih lanjut. Masyarakat kami himbau untuk waspada dan segera melapor jika menemukan anjing dengan ciri-ciri serupa,” pungkasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana