Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kemulan Bukan Tempat Permanen untuk Leluhur; Begini Penjelasan Mpu Jaya Acharya Nanda

Wiwin Meliana • Senin, 29 April 2024 | 20:22 WIB

Palinggih Kamulan merupakan tempat persinggahan untuk Leluhur
Palinggih Kamulan merupakan tempat persinggahan untuk Leluhur

BALI EXPRESS- Keberadaan Palinggih Kemulan menjadi bagian pemujaan yang cukup vital oleh Umat Hindu di Bali.

Palinggih Kemulan diyakini sebagai sumber asal muasal atau kamimitan sehingga dijadikan sarana pemujaan leluhur.

Baca Juga: Holla Camp: Glamping Party Instagramable di Kintamani Bali, Kalahkan Hotel Bintang 5, Bikin Pemancing Ketagihan

Umumnya, Palinggih Kemulan didirikan di bagian utama mandala atau uluning dari areal pekarangan rumah.

Tempat suci ini didirikan satu areal bersama dengan Palinggih Surya dan Palinggih Taksu.

Lalu bagimanakah jika seseorang belum memiliki palinggih Kemulan?

Di manakah roh leluhur akan malinggih?

Baca Juga: Berkat Pinjaman KUR BRI, Ratna Berhasil Kembangkan Usaha Konter HP dan Peternakan Babi

Dalam video yang dibagikan oleh akun Wira.id Channel, Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda pun menyebutkan bahwa palinggih Kemulan bukan tempat permanen bagi roh leluhur yang sudah meninggal.

“Masalah Kemulan bapak ibu yang belum punya gak usah khawatir karena itu bukan tempat permanen,” jelas Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda, dikutip pada Senin (29/04).

Lebih lanjut, Ida Pandita menyebut bahwa palinggih Kemulan adalah tempat persinggahan sementara bagi roh leluhur yang ingin menjalin komunikasi kepada keturunannya.

Baca Juga: Ini Tempat Glamping Termewah di Kintamani Bali: Bisa Lihat Pemandangan Gunung Batur dari Tiap Sudut Kamar, Coba Cek Fasilitasnya

“Keturunannya ingin komunikasi dengan leluhur lakukanlah itu di tempat pemujaan leluhur, panggil dari situ,” jelas Ida Pandita.

Pihaknya tak menyarankan membuat sanggah kemulan di masing-masing rumah karena tanggungjawabnya berat.

Namun juga ingin membangun solidaritas, Umat Hindu bisa membangun Gedong Pemoksan.

“Ga usah pakai Sanggah Kemulan tetapi kalau bisa ya Astungkara, kalau tidak bisa jangan dipaksakan,” jelasnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#Kemulan #Ida Pandita Mpu Jaya Acarhya Nanda #Palinggih #leluhur