BALI EXPRESS-Tragedi berdarah di kampus kembali terjadi.
Kali ini seorang putra daerah Bali Putu SAR, 19 meninggal diduga dianiyaa oleh seniornya di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada Jumat (3/05) kemarin.
Sontak saja, kematian pemuda Bali asal Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung menjadi atensi berbagai pihak.
Salah satunya oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Bali, I Ketut Juliarta.
Melalui media sosial Facebooknya, @Ketut Juliarta membagikan beberapa potret dirinya tengah berkoordinasi dengan pihak STIP dan juga keluarga korban.
Dalam beberapa foto yang dibagikan pada Jumat (03/05) tengah duduk bersama dengan beberapa orang yang diduga dari pihak kampus dan juga keluarga korban.
Koordinasi tersebut dikatakan sebagai upaya mencari titik terang yang sebenarnya terjadi sehingga menimbulkan kematian korban.
“Berkoordinasi dengan pihak Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) dan keluarga almarhum. Mencari titik terang apa yang sebenarnya terjadi kepada almarhum,” tulis I Ketut Juliarta.
Politisi Gerindra itu juga mengucapkan belasungkawa atas tragedi berdarah di kampus STIP yang menyebabkan meninggalnya Putu SAR.
“Secara pribadi tiang turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhum Putu Satria Ananta Rustika (Rio). Amor ing acintya,” tulisnya.
Baca Juga: Cinta Tak Pandang Umur, Pasangan di Bali Menikah Terpaut Usia 20 Tahun, Warganet Doakan Langgeng
Sebelumnya, Seorang taruna tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta meninggal dunia setelah diduga mendapatkan kekerasan fisik oleh seniornya, Jumat (3/5).
Korban merupakan taruna asal Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, berinisial Putu SAR, 19.
Peristiwa ini bermula ketika Putu dan teman-temannya diajak oleh TSR dan rekan-rekan seniornya ke toilet di lantai 2 gedung pendidikan.
Di sana, Putu menjadi korban penganiayaan brutal dengan pukulan bertubi-tubi di bagian ulu hati.
Saksi mata yang melihat kejadian tersebut segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
Baca Juga: Soal Mahasiswa STIP Asal Bali yang Meninggal: Arya Wedakarna Akan Lakukan Ini
“Putu yang terkapar lemas langsung dilarikan ke RS Polri untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tak tertolong,” ungkap sumber kepolisian di Jakarta.
Kasus ini telah ditangani oleh pihak kepolisian dan pelaku penganiayaan. TRS sendiri telah diamankan.
Petugas juga telah melakukan otopsi terhadap korban dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian.
Editor : Wiwin Meliana