Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TERPUKUL! Ayah Taruna STIP yang Meninggal Dunia Diduga Dianiaya Seniornya Ungkap Chat Terakhir Putranya

I Dewa Gede Rastana • Sabtu, 4 Mei 2024 | 17:18 WIB
TERPUKUL : I Ketut Suastika menunjukkan foto putranya Putu Satria Ananta Rustika, 19.
TERPUKUL : I Ketut Suastika menunjukkan foto putranya Putu Satria Ananta Rustika, 19.

 

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - I Ketut Suastika, ayah dari Putu Satria Ananta Rustika, 19, yang merupakan taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta mengaku sangat terpukul atas kematian putranya.

Apalagi putranya diduga meninggal dunia setelah mendapatkan kekerasan dari seniornya.

Ditemui dikediamannya di Banjar Bandung, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Sabtu (4/5), Suastika nampak tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Meskipun awalnya pria paruh baya ini terlihat tegar, namun air matanya mulai berlinang saat menceritakan sosok sang anak kepada awak media.

"Sangat terpukul. Apalagi kematian anak saya tidak wajar," ujarnya.

Ia menuturkan bahwa putranya itu merupakan taruna tingkat satu di STIP Jakarta yang baru menjalani pendidikan sejak bulan September 2023 lalu. "Baru sekitar 8 bulan, dan sering berkabar. Kalau liburan, kalau hari Jumat boleh bawa handphone boleh call keluarga," imbuhnya.

Terlebih bersekolah di sekolah kedinasan merupakan keinginan putranya sejak SMA. Sehingga pihak keluarga mendukung impian tersebut sampai akhirnya putranya bisa lulus di STIP.

Namun tak pernah disangka, ia justru mendapatkan kabar bahwa putranya meninggal dunia di Jakarta. Diduga menjadi kekerasan seniornya.

"Saya memohon pihak berwenang bisa membantu agar kasus ini jelas, terang menderang. Cuma itu saja harapan dari saya," lanjutnya sembari terisak.

Suastika mengaku tidak memiliki firasat apapun sebelum putranya dikabarkan meninggal dunia. Terakhir kali, ia masih sempat berkomunikasi via WhatsApp pada 1 Mei 2024 saat putranya libur.

Baca Juga: Ketua STIP Jakarta Klaim Sukses Hapus Budaya Kekerasan: Faktanya Mahasiswa Asal Bali Meninggal Akibat Dianiaya

"Cuma dia sempat bilang sepeda motornya biar dipasangi strip, itu masih ada chatnya," kenangnnya.

Ditambahkannya jika selama ini putranya tidak pernah bercerita tentang adanya senioritas di sekolahnya tersebut. Karena selama ini saat ditanya putranya hanya mengatakan semua baik-baik saja dan aman-aman saja. "Kalau ditanya bagaimana disana dijawab aman pak. Baik-baik saja. Anak saya juga tidak ada sakit, sakit jantung tidak ada. Kan saat masuk sudah dites kesehatannya, " paparnya lagi.

Saat masih bersekolah di SMAN 2 Semarapura, korban juga terpilih menjadi Paskibraka sehingga fisiknya telah terlatih.

Korban sendiri baru kembali ke Jakarta sekitar dua minggu yang lalu setelah saat libur Idul Fitri ia pulang ke Bali.

Baca Juga: Mahasiswa STIP Jakarta asal Klungkung Meninggal Dunia di Kampus, Begini Kata Perbekel Desa Gunaksa

Kini ia masih menunggu hasil otopsi dari jenazah putranya. "Yang dapat kabar pertama itu istri, langsung istri sama kakak dan adik terbang ke Jakarta. Untuk upacara (terhadap jenazah) nanti kita masih rembug sambil nunggu kabar dari sana," tandasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #senior #keluarga #ayah #kekerasan #klungkung #taruna #Komunikasi #stip #meninggal dunia