Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nyoman Parta Kawal Kasus Taruna STIP yang Tewas Dianiaya Senior, Minta Pihak Sekolah Tidak Menutup-tutupi

I Dewa Gede Rastana • Sabtu, 4 Mei 2024 | 19:17 WIB
MENGAWAL : Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta mengunjungi rumah orang tua dari Putu Satria Ananta Rustika, 19, di Banjar Bandung, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Sabtu (4/5).
MENGAWAL : Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta mengunjungi rumah orang tua dari Putu Satria Ananta Rustika, 19, di Banjar Bandung, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Sabtu (4/5).

 

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta mengunjungi rumah orang tua dari Putu Satria Ananta Rustika, 19, di Banjar Bandung, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Sabtu (4/5).

Didampingi oleh Perbekel Desa Gunaksa, Parta diterima langsung oleh ayah dari korban, I Ketut Suastika.

Pada kesempatan itu Parta mengatakan bahwa kedatangannya adalah untuk memberikan support kepada keluarga korban.

"Pasti ini pukulan berat sekali, apalagi Putu (korban) adalah anak yang baik, punya dedikasi dan intelegensi sehingga dia bisa tembus di sekolah itu," ujarnya.

Disamping itu Parta juga memberikan dukungan kepada keluarga korban agar berjuang untuk kasus yang menyebabkan remaja asal Klungkung meninggal dunia. "Agar menjadi terang benderang karena anak kita ini meninggalnya tidak wajar. Dari pihak kepolisian juga sudah memberikan keterangan bahwa terjadi kekerasan dari banyaknya berita yang telah muncul," sebutnya.

Termasuk mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Apalagi menurut Parta pelaku diprediksi lebih dari satu orang. Sehingga pelaku lainnya juga harus diungkap.

Politisi asal Dewa Guwang itu pun meminta pihak STIP untuk membuka kasus ini seterang-terangnya alias jangan sampai ada yang ditutup-tutupi. Namun jika tidak bisa maka pihaknya menuntut Rektor sekolah dibawah Kementerian Perhubungan ini agar dipecat. 

"Jadi sekolah tidak boleh menjadi tempat penganiayaan. Dan secara umum sekolah-sekolah kedinasan di seluruh Indonesia yang ada di bawah kementerian apapun harus dievaluasi. Ini harus jadi yang terakhir, karena sudah saking banyaknya anak-anak yang meninggal, anak-anak unggul loh," tegas Parta.

Seluruh departemen maupun kementerian yang memiliki sekolah juga harus serius mengevaluasi sistem Ospek dan pendidikan karena tidak boleh lagi ada peristiwa serupa. Sebab peristiwa ini menunjukkan budaya kekerasan di sekolah kedinasan itu masih terjadi di mana-mana.

Baca Juga: BERANG! Paman Taruna STIP Asal Bali yang Tewas Dianiaya Seniornya akan Tuntut Pelaku dan Kampusnya

"Kasihan anak-anak unggul mati sia-sia. Jadi saya menyampaikan agar Kapolri, Kapolda Metrojaya, Kapolres yang ada di seluruh DKI menyikapi kasus ini dengan sungguh-sungguh, menjadikan kasus ini terang menderang," imbuhnya.


Parta ini korban yang akrab disapa Rio adalah korban terakhir di sekolah kedinasan.

"Kami akan kawal terus dan kebetulan staf saya sudah terlibat dari kemarin ketika kami diberi informasi dari Pak Perbekel dan orang tua korban. Staf saya sudah langsung mendampingi di Jakarta dan hari ini yang bersangkutan rencana ikut otopsi di rumah sakit Bhayangkara," tandasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #dpr ri #mahasiswa #Kawal #klungkung #Nyoman Parta #taruna #dukungan #stip