DENPASAR, BALI EXPRESS - Kebakaran hebat melanda sebuah kos-kosan di Jalan Taman Sari 2C Blok I, Banjar Pembungan, Sesetan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Senin (6/5) malam sekitar pukul 23.00 WITA.
Tragisnya, peristiwa ini menelan tiga korban jiwa yang diduga merupakan satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu, dan balita.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 22.40 WITA.
Suara teriakan minta tolong, tangisan ibu-ibu dan anak kecil terdengar dari dalam rumah.
"Saksi (IK) mendengar teriakan meminta tolong dari dalam rumah, juga suara tangisan seorang ibu dan anak kecil," ungkap sumber yang terpercaya pada Selasa (7/5).
Upaya pemadaman api dengan alat seadanya oleh warga sekitar tidak membuahkan hasil.
Warga pun segera melaporkan kejadian ini kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar.
Tiga unit mobil Damkar tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 00.30 WITA.
Namun, upaya penyelamatan menjadi sia-sia ketika ditemukan bahwa ketiga korban telah meninggal di dalam kos-kosan tersebut setelah api berhasil dipadamkan.
Baca Juga: SALUT! Pemuda di Bali Rayakan Kelulusan Sekolah dengan Ngarit, Begini Kata Warganet
Korban dan Kerugian
Kebakaran tersebut menghanguskan kos-kosan berisi empat kamar dan dua unit sepeda motor. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 150 juta.
Lebih memilukan lagi, setelah api padam, ditemukan tiga jenazah korban jiwa di dalam kos-kosan.
Korban diduga adalah satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan balita.
Meskipun identitas korban belum dipastikan, namun menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh Bali Express dari sumber terpercaya, korban yang terdiri dari ayah bernama Ari Sanjaya, ibu Nopik Mertasari, dan balita bernama Putu Gede Agus.
Identitas Korban dan Penyebab Kebakaran
Identitas korban masih dalam proses identifikasi oleh pihak kepolisian.
Baca Juga: Momen Haru! Sang Kakak Rauh Saat Prosesi Mepamit, Tak Rela Adik Perempuan Menikah
Namun, menurut pemilik kos, para korban mulai menyewa rumah tersebut sejak 19 Desember 2023 dengan biaya sewa bulanan Rp 1,2 juta.
Korban istri sehari-harinya berjualan online, sedangkan suaminya bekerja di Benoa.
Penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih menunggu pemeriksaan dari Labfor Polda Bali.
Upaya Penanganan
Jenazah para korban telah dibawa ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah. Seluruh Pos Regu Damkar di Kota Denpasar dikerahkan untuk memadamkan api.
Imbauan
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap bahaya kebakaran.
Baca Juga: Fungsi Tepung Tawar bagi Umat Hindu di Bali: Ada Hubungannya dengan Bala dan Kemakmuran
Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman, sediakan alat pemadam api ringan (APAR), dan lakukan pengecekan rutin terhadap potensi bahaya kebakaran di sekitar tempat tinggal. ***