DENPASAR, BALI EXPRESS - Tewasnya ayah, ibu dan anak balita akibat kebakaran kos-kosan di Jalan Taman Sari 2C Blok I, Banjar Pembungan, Sesetan, Denpasar Selatan, Senin (6/5), membawa duka bagi keluarganya.
Apalagi, sebelum kejadian yang membuat mereka meregang nyawa korban sempat bercanda lewat video calll bersama keluarga di kampung.
Ditemui di TKP, Selasa (7/5), kakak ipar korban tewas bernama Wayan Ardiasa menjelaskan, para korban adalah ayah bernama Ari Sanjaya, ibu Nopik Mertasari dan anak Putu Gede Agus.
"Suami umur sekitar 30 tahun, istri sekitar 26 tahun dan anaknya usia dua tahun," ujarnya.
Sepengetahuannya, para korban baru sekitar satu tahun tinggal di TKP.
Nopik bekerja jualan online dan Ari bekerja di Benoa.
Pria itu menuturkan, sebelum musibah ini terjadi, korban Nopik sempat membuat story di akun WhatsApp yang memperlihatkan dia bercanda bersama anak dan suaminya.
Bahkan sempat juga menelepon video (Video Call) kerabat yang berada di kampung.
Tak disangka belum lama setelah itu malah ada kabar duka.
"Nah mungkin kejadian ini setelah mereka menelepon ke kampung," bebernya.
Adapun terkait kejadian ini, Ardiasa tidak mengetahui kronologinya.
Dia tahu musibah tersebut dari sanak saudara sekitar pukul 03.00 WITA. Karena saudaranya melihat postingan di Facebook soal kebakaran itu.
Kemudian, Ardiasa diberitahu bahwa dipastikan ada korban jiwa yang berasal dari Buleleng dan Kintamani dalam insiden tersebut.
Kebetulan korban Ari berasal dari Buleleng dan Nopik asli Kintamani.
Sehingga pria itu mengecek sendiri ke lokasi kejadian untuk memastikan dan ternyata memang benar adanya.
"Saya sudah ke rumah sakit pukul 03.00, cek mayat, saya lihat mayat ipar cewek sudah hangus, anaknya kan sudah dibungkus kafan saya suruh buka, biar tahu itu keponakan saya, itu masih utuh mayatnya, kalau yang laki belum tahu," tandasnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna